Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Naufal Maghrobi, Lulusan SMA di Tuba yang Sukses Merintis Usaha Berawal dari Jual Benang Layang-Layang, Kini Membuka Lowongan Kerja untuk Para Sarjana

Sugiati. • Minggu, 27 April 2025 | 13:57 WIB
Naufal Maghrobi, entrepreneur asal Tuban yang merintis usaha dari usaha benang layang-layang.
Naufal Maghrobi, entrepreneur asal Tuban yang merintis usaha dari usaha benang layang-layang.

RADARTUBAN - Menjadi pengusaha di usia yang terbilang muda tidak pernah dibayangkan Naufal Maghrobi.

Apalagi, dirinya hanya lulusan SMA.

Namun, dengan ketekunan dan keuletannya, kini bisnis yang dibangun dari berjualan benang layang-layang itu berkembang pesat dan memiliki banyak karyawan. 

Di dalam sebuah ruangan yang baru jadi dengan bau khas cat yang masih menguar, Naufal Maghrobi mempersilakan wartawan koran ini masuk untuk tidak sekadar mengintip, melainkan juga menikmati fasilitas di ruang studio miliknya.

Berbagai fasilitas fotografi, seperti kamera, lensa, lighting kit, backdrop dan tripod terlihat rapi berjejer, menempati posisinya masing-masing.

Sebelumnya, di ruangan yang lain—di bagian depan juga tidak kalah sesak dengan berbagai perlengkapan fotografi.

Bedanya, ruangan yang lain lebih lama dibangun, yakni sejak pertama kali Naufal Maghrobi merintis bisnis pada 2023 lalu.

Pria yang akrab disapa Naufal itu mengaku memulai berbisnis sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), meski saat itu bisnis yang dijalankan bukan fotografi.

‘’Bisnis pertama kali yang saya jalankan adalah jual benang layangan sewaktu covid. Saat itu sangat laku keras hingga mendapat omzet jutaan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Setelah laku keras dan mulai dikenal berbagai pihak melalui bisnis yang terkesan receh itu, Naufal mulai melebarkan sayapnya untuk membeli kamera.

‘’Saya mulai terpikir untuk berganti bisnis, karena bisnis pertama lakunya hanya musiman. Akhirnya, membeli kamera untuk bisa saya jual lagi, dengan keuntungan jual benang layangan waktu itu,’’ ujarnya.

Seiring waktu berjalan, pria 20 tahun itu mulai membuka jasa rental kamera yang cukup berkembang pesat.

‘’Jadi, saya mencari penjual kamera dengan harga miring, kemudian saya jual lagi dan mendapat untung lumayan waktu itu,’’ katanya.

Karena setiap hari bersinggungan dengan kamera, alumnus SMA Negeri 2 Tuban Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) itu memutuskan untuk mempelajari dasar-dasar fotografi, agar bisa mengoperasikan kamera sendiri.

‘’Saya mulai terpikir untuk bisa mengoperasikan kamera, agar selain rental, saya juga bisa membuka jasa fotografi,” ujarnya.

Meski bukan lulusan yang terfokus pada jurusan fotografi, Naufal tidak kehabisan akal untuk belajar tentang dasar-dasar fotografi dari Youtube maupun internet.

‘’Kuncinya mau belajar, berkembang dan berusaha,” katanya.

Akhirnya, pada 2023 lalu dia memutuskan untuk membuka jasa fotografi dan membangun studio kecil untuk menampung peralatan-peralatan yang dimiliki.

‘’Pasti ada pasang surut, pernah ketipu dan sepi juga pernah,” ujarnya.

Meskipun begitu, Naufal mengaku tidak pernah menyerah untuk tetap mengembangkan usahanya itu.

Kini, dia sudah mampu mempekerjakan belasan anak muda untuk membantu keberlangsungan bisnis studio foto yang dia miliki.

“Saya sangat bersyukur, meski hanya lulusan SMA, tetapi bisa membuka lowongan pekerjaan bagi yang lain,” katanya.

Paling tidak disangka, dari belasan karyawan yang dia miliki, ada karyawan lulusan sarjana yang turut merasakan hasil perjuangan dari Naufal.

‘’Saya juga tidak menyangka, hanya lulusan SMA bisa mempekerjakan karyawan lulusan sarjana,” katanya.

Di usianya yang masih sangat muda, tidak jamak dilakukan oleh sebayanya, menjadi owner di sebuah bisnis baginya bukan hal yang mudah, ada banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi.

Sampai hari ini, bisnis studio foto yang dia miliki dikenal oleh banyak orang.

‘’Bahkan, saya juga sempat membuka kelas fotografi berbayar dan di luar ekspektasi, pendaftarnya membludak saat itu,’’ ujarnya.

Anak bungsu dari dua bersaudara itu meyakini, sukses adalah hasil dari kerja keras dan upaya untuk terus belajar dan berkembang.

‘’Waktu itu yang saya miliki hanya tekad, sebagai anak ingusan yang bermimpi ingin menjadi seorang pengusaha,” tandasnya. (*/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #fotografi #bisnis #pengusaha #kamera #lulusan sma #lapangan kerja