Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cewek Tuban, Riski Rossa Apriliani Pilih Jadi Konten Kreator Agar Ringankan Beban Orang Tua

Sugiati. • Minggu, 27 April 2025 | 21:07 WIB
Riski Rossa Apriliani.
Riski Rossa Apriliani.

RADARTUBAN - Meski lahir dari keluarga berkecukupan, tidak lantas membuat Riski Rossa Apriliani, 24, berpangku tangan dan bergantung kepada kedua orang tuanya.

Melalui dunia digital, cewek yang karib Rossa ini mampu menghasilkan cuan dari konten-konten yang dibikin.

Bahkan, dari penghasilannya itu, dia bisa membiayai kuliahnya.

‘’Saya ingin sedikit membantu meringankan beban ayah dan ibu. Karena itu, sembari menuntut ilmu, saya juga memilih menjadi konten kreator,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Cewek asal Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding Tuban itu mengatakan, menjadi konten kreator bukan pengalaman pertama yang dilakukan saat kuliah.

Pasalnya, sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) juga sudah menekuni pekerjaan yang mengandalkan kreatifitas tersebut.

‘’Awalnya, saya hanya mencoba peruntungan, ternyata banyak yang suka hasilnya dan saya diajak kerja sama sebuah brand. Nah, itu awal penghasilan saya,’’ ujar mahasiswa Profesi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya itu.

Merasa bisa menghasilkan cuan melalui konten-kontennya, Rossa terus meng-upgrade kemampuannya untuk membuat konten-konten terbaik.

‘’Saya berusaha, agar brand-brand lain banyak yang melirik lagi,’’ katanya.

Akhirnya, sampai saat ini dia berhasil menggaet berbagai brand yang mengajaknya bekerja sama, seperti brand lokal Tuban food, fashion and beauty.

‘’Selain itu, di luar kota juga banyak, seperti Surabaya dan Malang. Saya juga menerima job kolaborasi dengan hotel,’’ ujarnya.

Dari hasilnya itu, dia bisa sedikit membantu beban orang tuanya, meski sekadar untuk biaya hidup sehari-hari di perantauan, tetapi dia mengaku bersyukur.

‘’Saya bersyukur, bisa meringankan beban orang tua. Utamanya bisa membeli makan sehari-hari dan membeli kebutuhan perantauan lainnya dengan penghasilan sendiri,’’ katanya.

Walakin, menjadi konten kreator menurutnya bukan pekerjaan yang mudah. Terlebih, sebagai mahasiswa dirinya juga harus mengatur waktu dan sering kali merasa lelah.

Namun, baginya lelah akan menjadi lillah jika segala sesuatu diniati dengan hati.

‘’Kuncinya ikhlas dan terus konisten,’’ tandasnya. (gik/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #fashion #konten kreator #digital #Malang #Universitas Airlangga Surabaya #hotel #beauty #Semanding