Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Empat Tahun Meluncur di Tuban, Aplikasi Tulib Masih Dikeluhkan Pengguna karena Error dan Minim Sosialisasi

Sugiati. • Minggu, 4 Mei 2025 | 00:19 WIB
Salah satu warga Tuban saat mengakses proses login pada aplikasi Tulib.
Salah satu warga Tuban saat mengakses proses login pada aplikasi Tulib.

RADARTUBAN – Aplikasi Tuban Digital Library (Tulib) yang diluncurkan Dinas Perpustakaan Umum dan Kearsipan (Dispersip) Tuban pada 2020 ini patut dievaluasi.

Pasalnya sebagian masyarakat, aplikasi ini dianggap tidak berjalan maksimal.

‘’Saat ini saya tidak memakai aplikasi Tulib, karena capek banget, eror mulu,’’ ujar Nadia, salah satu warga Tuban yang sempat memanfaatkan aplikasi tersebut.

Idelanya, terang Nadia, aplikasi itu memberikan kemudahan akses serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan, bukan malah sebaliknya: tambah ribet.

"Selain sering eror, terkadang juga macet dan lemot ketika mencari buku yang diinginkan. Sering juga, ketika menyimpan buku pilihan tiba-tiba gak ada dan harus mengulang lagi,’’ ungkapnya mengomentari aplikasi Tulib yang jauh dari ekspektasi awal tersebut.

Baca Juga: Masih Minim, Pengunjung Perpustakaan Digital

Pengguna lain, Ubaid Rahman, juga mengaku kesulitan saat akan mendaftarkan diri di aplikasi tersebut.

Pasalnya, proses pendaftaran dan proses login tidak menjadi satu di aplikasi yang sama, melainkan pendaftarannya melalui link.

"Tapi untuk mengakses link itu sangat sulit, di pamflet juga saya hampir tak memgenali link mana yang untuk daftar dan link untuk download aplikasi, pamfletnya masih membingungkan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Pria asal Kecamatan Palang itu mengatakan, seyogianya, aplikasi baca digital milik ini perlu di-upgrade agar memudahkan pengguna untuk bisa akses.

"Seharusnya, tata cara daftarnya bisa di-share lebih luas lagi, supaya tidak ada pertanyaan daftarnya bagaimana dan lainnya,” ujarnya.

Padahal, aplikasi ini sudah diluncurkan sejak empat tahun lalu.

Pustakawan Mahrussa Ahmad Khorudin mengamini ihwal masih banyaknya calon pengguna Tulib yang kebingungan ketika hendak mendaftar di aplikasi baca digital tersebut.

"Banyak sekali memang yang mengirim pesan melalui DM maupun email dan bertanya bagaimana cara daftarnya gitu,’’ ujar dia yang seakan juga mengamini minimnya pemahaman masyarakat terhadap aplikasi Tulib.

Diakui dia, memang antara pendafataran dan tempat login Tulib berbeda.

Pendaftaran menggunakan google form dan proses login menggunakan aplikasi.

"Jadi, ketika mereka selesai daftar melalui google form, maka akan dikirim password dan username oleh kami di email yang digunakan daftar, setelah itu password dan username bisa digunakan login di aplikasi,” katanya.

Meski terkesan ribet, namun Ussa—sapaan akrabnya—mengklaim bahwa pihaknya selalu berupaya standby untuk menjawab semua pertanyaan yang dialamatkan.

Hal ini bisa dilakukan melalui email maupun DM Instagram. "Saya pasti balas satu per satu,” ujarnya.

Selain itu, terang dia, jika pengguna kesulitan untuk mengakses Tulib, bisa memanfaatkan fitur bantuan yang terdapat di aplikasi.

"Itu juga salah satu cara terhubung dengan kami, bisa menyampaikan keluhannya via email,” katanya.

Ussa menegaskan, bahwa Perpusda akan terus melakukan upaya sosialisasi cara pendaftaran dan akses Tulib bagi warga Tuban.

Sehingga dapat membantu memudahkan mereka memanfaatkan aplikasi tersebut.

“Sejauh ini, kami masih terus berupaya menyosialisasikan terus, agar masyarakat Tuban bisa dengan mudah menggunakan aplikasi ini,” tandasnya. (gik/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #Eror #dispersip #Rumit #minim sosialisasi #Aplikasi Tulib