RADARTUBAN - Sempat tidak mendapat dukungan keluarga saat memulai karirnya sebagai seorang model, kini Farah Dilloka berhasil membuktikan kepada kedua orang tuanya dengan prestasi yang membanggakan.
Alumnus SMK Negeri 2 Tuban itu mengaku sempat dilema: antara melanjutkan apa yang dicita-citakan atau berhenti, lantaran tidak mendapat restu dari keluarganya.
‘’Bahkan, saat mendapat job sebagai model di luar kota, saya harus naik bis sendiri, karena tidak berani minta antar. Sedangkan waktu itu posisi saya masih pelajar,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Cewek yang kini berusia 22 tahun itu mengatakan, menjadi model bukan sekadar pekerjaan, tapi memberikan banyak pengalaman dan pelajaran.
‘’Termasuk mengajarkan rasa percaya diri sampai hari ini,’’ ujarnya.
Berkat konsistensi dan kerja kerasnya, kini Farah mendapat dukungan penuh dari seluruh keluarganya. Yang semula tidak mengizinkan, kini saban tampil selalu dilihat keluarganya.
‘’Bahkan, saat saya mendapat job di luar kota, satu keluarga ikut nonton juga,’’ katanya.
Di bidang modelling, Farah juga sudah berhasil menyabet berbagai penghargaan.
Seperti juara 3 Lomba Casual Dreescode Tuban 2022, juara harapan 2 Lomba Kebaya Indonesia di Surabaya 2023, juara 3 Lomba Batik Street di Tuban dalam event Pemilu 2024, juara harapan 1 Lomba Dress Pesta di Surabaya 2024, dan Foto Model Wanita Terbaik se-Jatim 2024.
Kini, setelah berhasil meraih berbagai prestasi membanggakan tersebut, cewek asal Desa Karangagung, Kecamatan Palang itu berkeinginan untuk membuka sekolah modeling. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama