RADARTUBAN - Bentuk cinta terhadap budaya bangsa sendiri dapat dituangkan dalam berbagai bentuk, seperti menggunakan produk lokal.
Selain itu, menghargai keanekaragaman dan melestarikan budaya bangsa.
Seperti yang dilakukan Ayu Nadia Rahmadani, dia memilih mencintai budaya Indonesia dengan melestarikan tari.
Siswa SMKN 2 Tuban Jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis itu mengaku mencintai dunia tari semenjak duduk di bangku SD.
‘’Awalnya, memang mencintai tari dari ekstrakurikuler sekolah, kemudian saya semakin tertarik dengan tari dan masuk sanggar tari di luar sekolah. Di situ bentuk cinta, bangga dan kagum pada kebudayaan Indonesia semakin mekar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Nadia, menari tidak sekadar aktivitas menggerakan tubuh mengikuti ritme.
Namun, menari adalah kombinasi gerakan, musik dan ritme yang menyatu menjadi satu, sebagai upaya pengungkapan perasaan secara tidak langsung.
‘’Setiap menari, saya selalu merasa senang, sedih dan duka menjadi hilang,’’ ujarnya.
Seiring dengan kemampuannya yang semakin bertambah, Nadia banyak menguasai berbagai jenis tarian, seperti tari sorote lintang, amoi, miyang, mojo putri lencir dan songgo langit, dan masih banyak jenis tarian lain.
‘’Semua pernah saya tampilkan, baik tampil solo maupun kelompok,’’ katanya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama