Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Temukan 27 Kantong Darah Reaktif Virus, Dua Terdeteksi HIV, Begini Penjelasan PMI Tuban

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 13 Mei 2025 | 00:21 WIB
Salah seorang petugas UDD PMI Tuban sedang melakukan tindakan pengambilan darah pada pendonor.
Salah seorang petugas UDD PMI Tuban sedang melakukan tindakan pengambilan darah pada pendonor.

RADARTUBAN – Tidak semua darah yang didonorkan di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Tuban aman untuk pasien yang membutuhkan.

Setidaknya, sejak Januari hingga saat ini sudah ditemukan sebanyak 27 kantong darah reaktif virus menular. Bahkan, dua di antaranya terdeteksi HIV.

Dokter UDD PMI Tuban Dwi Hanadha Saputra mengungkapkan, 27 kantong darah yang reaktif itu berasal dari kurang lebih 3 ribu kantong darah.

"Ada empat parameter penyakit (untuk mendeteksi darah pendonor, Red), yakni pemeriksaan hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan sifilis. Dan terbanyak yang ditemukan adalah hepatitis B,’’ ungkapnya.

Adapun rincian 27 kantong darah reaktif itu, yakni hepatitis B (12 kantong), hepatitis C (6 kantong), sifilis (7 kantong), dan HIV (2 kantong).

Hanadha menjelaskan, seluruh darah yang reaktif virus menular tersebut berasal dari pendonor dengan rentang usia produktif antara 17-45 tahun.

Temuan ini menunjukkan jika virus menular tersebut bisa menginfeksi orang dengan rentang usia berapa pun, baik tua maupun muda.

"Kami langsung melakukan prosedur lanjutan berupa tes ulang bagi pendonor yang ditemukan reaktif virus tersebut,’’ imbuh dia.

Pelaksanaan tes ulang tersebut diperlukan untuk memastikan dengan akurat: apakah pendonor tersebut memang reaktif.

Jika benar terbukti, maka akan dilakukan konsultasi pada pendonor dan dilakukan rujukan ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnosa serta penanganan yang tepat.

Rujukan tersebut penting dilakukan dengan cepat untuk menghindari penyebaran dan penularan penyakit menular tersebut ke lingkungan masyarakat.

"Kami bahkan sering kali merasa nelangsa saat menemukan pendonor yang reaktif, bahkan kami juga merasa tidak tega saat melakukan pemberitahuan dan edukasi pada mereka,’’ kata dia.

Meski begitu, lulusan Universitas Islam Sultan Agung itu memastikan jika seluruh kantong darah yang didistribusikan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya aman dari paparan virus-virus tersebut.

"Kami memastikan jika darah yang terpapar virus tersebut langsung di hanguskan,’’ pungkasnya. (saf/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #virus #hiv #hepatitis #UDD PMI #kantong darah