RADARTUBAN – PT Sumber Aneka Gas (SAG) sudah beroperasi kurang lebih empat bulan.
Namun, hingga saat ini badan usaha milik daerah (BUMD) Migas belum menerima sepeserpun bagi hasil dari SAG.
Plt Direktur BUMD Migas Arif Handoyo mengatakan, belum adanya bagi hasil dari PT SAG itu karena sampai saat ini masih tahap uji coba produksi.
Sehingga, produksinya masih belum bisa maksimal.
‘’Jadi, bagi hasilnya belum ada, dan dalam trial itu pun produksi migasnya belum maksimal, karena pengelolaan cukup berat,’’ ujarnya.
Terkait bagi hasil yang harus diterima, BUMD Migas memang tidak mematok target khusus.
Alasannya, perusahaan yang beroperasi di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak itu merupakan pekerjaan investasi.
Dan selama ini pemkab hanya membantu proses perizinan.
Sementara yang melakukan produksi pihak ketiga.
‘’Nanti, berapa pun bagi hasil yang diterima oleh pemkab, yang menghitung juga sana (PT SAG, Red),’’ bebernya.
Lebih lanjut, Arif menyampaikan, BUMD Migas dibentuk tidak hanya fokus menerima bagi hasil dari PT SAG.
‘’BUMD Migas dibentuk sejak awal untuk menangkap peluang industri migas ke depan, seperti participating interest (PI) dari Blok Tuban dan beberapa jenis proyek lain,’’ ujarnya.
General Affair PT SAG Dedi Irawan mengatakan, sampai saat ini belum ada perkembangan jumlah produksi gas hasil pengolahan.
Salah satu kendala yang dihadapi, yakni terbatasnya armada pengangkut.
‘’Kemudian, kami juga masih mencari buyer (pembeli gas, Red),’’ ungkapnya.
Sementara terkait bagi hasil dari hasil gas, saat ini masih proses kajian dari pihak manajemen. Alasannya, menyangkut produksi yang sampai saat ini masih belum meningkat.
‘’Kami masih terus berupaya menambah produksi pada pertengahan tahun nanti,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama