RADARTUBAN - Kalau kita ngomongin ruang publik di Tuban Kota, pilihannya sekarang lumayan beragam.
Ada Taman Sleko yang rapi dan sejuk, ada Tuban Abhipraya yang estetik, belum lagi Alun-alun yang makin estetik setelah revitalisasi.
Tapi dari semua itu, GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban tetap jadi primadona.
Entah kenapa, tempat ini nggak pernah sepi, selalu ramai tiap sore sampai malam. Bahkan saat malam minggu, kadang terasa lebih padat daripada pusat perbelanjaan.
Alasannya cukup sederhana: lengkap.
GOR Tuban ini seperti satu paket komplit yang bisa dinikmati segala usia. Mau cari spot buat foto? Ada.
Mau jajan? Tinggal muter dikit, deretan pedagang kaki lima langsung menggoda. Buat anak-anak yang nggak bisa diam, ada area bermain.
Bagi yang ingin sedikit gerak, lapangan dan arena jogging juga tersedia. Pendek kata, semua ada di satu tempat.
Beda sama tempat lain yang kadang cuma bagus buat foto-foto atau hanya mewadahi satu segmen saja, GOR Tuban menawarkan kenyamanan dalam bentuk yang sangat membumi.
Makanan ada, tempat duduk melimpah, dan suasananya hidup.
Orang bisa datang sendirian, bareng teman, atau bawa keluarga besar. Semua tetap dapat tempat.
Selain itu, GOR juga menjadi titik temu banyak komunitas.
Dari yang suka main skateboard, sepedaan, sampai komunitas motor dan dance anak-anak SMA. Di sinilah GOR terasa bukan cuma tempat, tapi juga ruang hidup.
Buat warga Tuban, GOR juga punya nilai nostalgia.
Sejak dulu tempat ini sudah jadi andalan untuk menghabiskan waktu, apalagi pas momen libur atau akhir pekan.
Bahkan buat yang sempat merantau dan balik ke kota ini, GOR sering jadi tujuan wajib buat “update suasana”—sekadar lihat-lihat suasana, jajan tahu petis, atau duduk sambil lihat orang lalu lalang.
Apakah GOR sempurna? Ya tentu tidak. Kadang parkirannya sumpek, kadang terlalu ramai, kadang juga sampahnya masih bikin geleng-geleng kepala.
Tapi sebagai ruang publik yang benar-benar dimanfaatkan warga, GOR bisa dibilang berhasil jadi wajah keramaian kota Tuban.
Di tengah kota yang terus berkembang dan sesekali mencoba tampil “urban”, GOR tetap setia jadi tempat yang apa adanya.
Tidak mewah, tapi akrab. Tidak sunyi, tapi juga tidak bising secara berlebihan. Dan yang terpenting, bisa dinikmati siapa saja tanpa syarat.
Jadi kalau kamu ke Tuban dan bingung mau ke mana saat malam tiba, ke GOR saja dulu.
Bukan karena nggak ada tempat lain, tapi karena di sanalah kamu bisa merasakan denyut kota ini—dalam bentuk yang paling sederhana dan paling ramai. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama