RADARTUBAN - Setali tiga uang dengan DKP2P Tuban, Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro juga mengaku tidak menerima laporan terkait harga gabah di tingkat petani di bawah HPP yang ditetapkan pemerintah.
‘’Daerah mana ada harga di bawah HPP? Laporan BPS (Badan Pusat Statistik) dan dinas pertanian yang kami terima, harga gabah di Tuban Rp 6.900-7.400 per kg. Selama beberapa hari muter-muter Tuban harganya segitu,’’ kata Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja, kemarin (16/5).
Disinggung ihwal permainan tengkulak di tingkat petani dan langkah Bulog untuk membereskan tengkulak yang merugikan petani?
Ferdian hanya menjawab bahwa sejak Januari lalu, pihaknya bersama DKP2P Tuban, Kodim, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kabupaten Tuban sudah melakukan sosialisasi kepada petani terkait HPP GKP yang ditetapkan pemerintah.
Sementara langkah taktis untuk meminimalisir ulah para tengkulak tidak disampaikan.
‘’Kami minta agar informasi HPP gabah disampaikan ke petani/poktan di masing2-masing desa/kecamatan,’’ ujarnya.
Lebih lanjut, Ferdian hanya menegaskan, jika di lapangan ditemukan ada harga gabah dari petani yang dibeli lebih rendah dari HPP, pihaknya meminta agar melapor ke Babinsa atau PPL.
‘’Atau dapat melapor ke Bulog langsung agar dibeli Bulog,’’ tandasnya. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama