RADARTUBAN - Meski tren muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo sudah berangsur surut.
Namun, area persawahan di 18 desa di empat kecamatan masih terdampak bah luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut hingga kemarin (19/5).
Berdasarkan data asesmen sementara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban, total 1.167 hektare luas lahan pertanian yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo.
Rinciannya, 947 hektare di Kecamatan Rengel, 100 hektare di Kecamatan Soko, 40 hektare di Kecamatan Widang, dan 80 hektare di Kecamatan Plumpang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban Sudarmaji mengatakan, meski ketinggian air sudah berangsur surut, bahkan sudah kembali level hijau (siaga satu), TMA sungai Bengawan Solo masih tergolong tinggi.
‘’Penurunannya belum signifikan, kami masih melakukan pemantauan, sebab hujan deras juga masih berlangsung hari ini (kemarin, Red) yang berpotensi menambah volume air,’’ ujarnya.
Disampaikan Darmaji, banjir yang menggenangi akses jalan poros desa sehari sebelumnya, kini tampak sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun empat.
‘’Banjir kali ini di luar prediksi, banyak lahan pertanian menjelang masa panen terdampak banjir,’’ bebernya.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, untuk mempercepat genangan air yang mendiami lahan pertanian warga yang tanamannya menjelang panen, pihaknya akan memasang dua pompa besar di jembatan di wilayah setempat.
‘’Pembersihan sampah dan ranting pohon yang menyumbat aliran kali avur juga akan kami lakukan, serta dalam 10 hari ke depan akan kami siapkan pompa untuk mempercepat penyurutan agar petani bisa kembali melakukan masa tanam,’’ bebernya.
Sementara itu, Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto menuturkan, pihaknya masih akan melakukan survei serta asesmen terhadap lahan pertanian petani yang terdampak banjir atau yang mengalami gagal panen.
‘’Seharusnya bulan ini masa panen, lahan pertanian cabai dan padi yang paling banyak terdampak,’’ ungkapnya.
Eko menambahkan, pihaknya telah menyiapkan langkah dan solusi bagi petani yang terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo.
‘’Kami akan laporkan (petani terdampak banjir, Red) kepada kementerian supaya bisa segera mendapatkan bantuan benih, sehingga bisa kembali ditanam saat banjir telah surut,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama