RADARTUBAN - Bersahabat sejak balita mengaji di TPQ yang sama, hingga satu kelas di taman kanak-kanak(TK) yang sama pula, Hasna Hayatul Hikam dan Inna Bilqis Nisaul Jannah sukses membangun chemistry dalam Lomba Lomba Tartil dan Saritilawah Jawa Pos Radar Tuban.
Dari penilaian dewan hakim, kedua siswa TK Al-Hidayah, Desa Maibit, Kecamatan Rengel ini berhasil meraih juara 1 kategori A.
Saat melantunkan ayat-ayat Alquran, lalu dilanjut dengan saritilawah, suara mereka terdengar begitu lembut, merdu, dan penuh penghayatan.
Dua bocah kecil asal desa maibit kecamatan rengel sukses mencuri perhatian para dewan hakim hingga berhasil meraih juara 1 dalam ajang Lomba Tartil Quran dan Saritilawah Piala Kepala Kemenag Tuban kategori A yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Tuban.
Kedua bocah itu adalah Hasna Hayatul Hikam dan Inna Bilqis Nisaul Jannah.
Meski baru berusia enam tahun, namun keduanya berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa dalam melantunkan ayat-ayat Alquran sekaligus artinya dengan suara yang begitu menyentuh hati.
Tidak hanya sekadar membaca, tapi juga dengan tajwid yang begitu baik, dan irama tartil yang menyejukkan jiwa dalam.
Sejak usia tiga tahun, Hasna dan Bilqis—sapaan akrab keduanya—telah familiar dengan lantunan ayat-ayat Alquran.
Meski bukan saudara kandung, kedua bocah yang begitu enerjik itu telah bersahabat dan berada dalam taman pendidikan Alquran (TPQ) yang sama.
Begitu juga di sekolahnya, TK Al-Hidayah, Desa Maibit, Kecamatan Rengel.
‘’Kebetulan kami sebagai orang tua memiliki visi yang sama dalam hal ini (belajar Alquran, Red), yaitu mendidik anak-anak kami untuk bisa mengenal Alquran sedini mungkin dan alhamdulillah Hasna dan Bilqis mau,’’ ucap syukur ibunda Bilqis, Elisa Nur Annisa.
Bahkan, kedua gadis kecil kelahiran 2018 itu kini mampu menghafal hampir keseluruhan isi juz 30 dan sudah mencapai juz 10 ketika membaca kitab suci.
Tentunya, hal ini bukan merupakan sesuatu yang bisa dilakukan oleh kebanyakan anak seusianya.
Meski telah familiar dengan Alquran, keduanya tak semata-mata meremehkan kompetisi ini. Hasna dan Bilqis tetap melakukan persiapan matang untuk bersaing dengan peserta yang lain.
Kesehariannya yang sudah tak asing lagi dengan bacaan dan hafalan Alquran membuat proses persiapan keduanya berlangsung lebih natural dan tidak terasa seperti beban.
‘’Kami sebagai orang tuanya hanya mendampingi dengan memberikan penguatan dan pematangan di rumah, baik dari sisi bacaan, hafalan, maupun pemahaman dasar,’’ ujarnya.
Selain itu, terang Lisa—sapaan akrabnya, di sekolahnya juga sudah rutin diajarkan membaca dan menghafal Alquran saban hari sekaligus untuk persiapan kompetisi.
Sehingga kebiasaan ini menjadi bagian dari rutinitas yang membentuk kedisiplinan dan kecintaannya terhadap Alquran,’’ katanya.
Sangking semangatnya mengikuti final lomba tartil quran ini, anak pasangan M. Aris dan Siti Nur Faizah (orang tua Hasna) serta M. Nuril dan Elisa Nur Annisa (orang tua Bilqis) bersama dengan guru dan orang tuanya berangkat dari Rengel menuju Tuban sejak pukul 05.00 pagi.
‘’Meski harus menempuh perjalanan yang tidak dekat di pagi buta, alhamdulillah semangat mereka tak sedikit pun surut. Justru sejak pagi hari itu keduanya menunjukkan antusiasme dan kesiapan yang matang untuk bisa tampil maksimal dalam ajang ini,” imbuh ibu dua anak itu.
Kemenangan mereka dalam lomba tartil Quran ini bukan lagi prestasi pertama bagi keduanya.
Tahun 2024 lalu, di ajang lomba tahfidz se-Kecamatan Rengel, Bilqis dan Hasna berhasil menjuarai lomba tahfidz se-Kecamatan Rengel masing-masing memenangkan juara 1 dan 2.
Begitu pula di tahun-tahun sebelumnya keduanya aktif mengikuti berbagai perlombaan lain di luar bakatnya membaca Alquran.
Benih cinta Alquran dari keluarga kedua anak ini memang sudah tumbuh dari orang tua dan lingkungan yang religius.
Orang tua mereka bukan hanya mendukung, tetapi juga menjadi pengajar pertama sebelum keduanya mengenal guru-guru di TPQ.
‘’Di rumah kami, mengaji itu sudah menjadi bagian dari keseharian,” ujar ibunda Hasna, Siti yang saat itu turut hadir menyaksikan penampilan puteri semata wayangnya.
Hubungan persahabatan sejak kecil ini membuat mereka tampil percaya diri dalam lomba. Meski berada di dalam sebuah kompetisi, mereka masih tetap ceria dan tak sedikitpun menampilkan raut kegugupan.
Masing-masing mendorong satu sama lain untuk bisa tampil sebaik mungkin.
Lomba tartil Quran yang digelar Jawa Pos Radar Tuban dan juga Kemenag ini bukan hanya sekadar ajang adu hafalan dan suara tilawah, melainkan menjadi wadah untuk menanamkan rasa cinta pada Alquran sejak dini.
‘’Kami berharap Bilqis dan Hasna tetap istiqomah, terus mencintai Al-Qur’an, dan menjadi anak yang solihah,” pungkasnya.
Dengan wajah lugu—khas anak-anak dan sembari menenteng goodie bag serta piala, kedua bocah itu tampak sangat bahagia. ‘’Bahagia sekali bisa menang juara 1,’’ ucapnya dengan senyum malu-malu yang mengembang di kedua bibir bocah itu. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama