Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

The Bog Crispy: Keripik Unik dari Pelepah Pisang Karya Bu Nanik Asal Rengel Tuban

M. Afiqul Adib • Rabu, 21 Mei 2025 | 20:51 WIB
Camilan pelepah pisang warga Rengel Tuban.
Camilan pelepah pisang warga Rengel Tuban.

RADARTUBAN - Kalau biasanya pelepah pisang nasibnya cuma berakhir di tumpukan kompos atau jadi pakan ternak, di tangan Sri Harnanik, berbeda.

Warga Dusun Pulosari, Desa Prambonwetan, Kecamatan Rengel, Tuban, pelepah pisang naik kelas jadi camilan renyah yang bisa bikin orang nagih.

Namanya cukup nyentrik: The Bog Crispy. Tapi jangan keliru, ini bukan camilan dari luar negeri, melainkan keripik lokal yang bahannya dari gedhebog alias batang pohon pisang.

Ide keripik ini muncul bukan dari seminar UMKM atau workshop digital marketing, tapi dari himpitan hidup yang lumrah dialami banyak keluarga di masa pandemi.

Sekitar akhir 2019, saat Covid-19 mulai mengacak-acak ekonomi rumah tangga, Lamidi, suami Bu Nanik yang sehari-hari jualan kambing, mendadak sepi pembeli.

Dari situ, Bu Nanik mulai putar otak: apa yang bisa dijual dari rumah?

Ternyata jawabannya ada di pekarangan sendiri—pohon pisang yang tumbuh subur tapi selama ini cuma jadi hiasan belakang rumah.

Bersama sang suami, Bu Nanik kemudian merintis usaha camilan rumahan bernama Galuh Rebogpis Snack.

Produknya beragam: ada rengginang berbagai rasa, stik pisang, selai pisang, dan tentu saja si bintang utama: The Bog Crispy.

Produk yang satu ini langsung mencuri perhatian karena keunikannya.

Siapa sangka, pelepah pisang yang selama ini dianggap limbah bisa diubah jadi keripik gurih dan renyah?

Tapi jangan salah sangka, proses bikin The Bog Crispy ini butuh kesabaran tingkat emak-emak.

Pelepah pisang harus direndam dulu di air garam selama seharian penuh buat ngilangin getahnya.

Baru setelah itu bisa diiris tipis, dikeringkan, dibumbui, dan digoreng.

Hasilnya? Keripik yang kriuk-nya tahan banting, cocok buat teman nonton atau nemenin kerja lembur.

Meski usahanya masih berskala rumahan, Galuh Rebogpis Snack sudah punya legalitas lengkap. Sertifikat halal? Ada. Izin PIRT? Juga ada.

Produk ini sudah dipasarkan ke toko-toko modern dan hotel-hotel di Kota Tuban, walau Bu Nanik mengaku pemasarannya masih fokus di area lokal dulu.

Tapi siapa tahu, dari Tuban, The Bog Crispy bisa menembus pasar nasional, atau bahkan internasional. Ya siapa tahu, kan?

Keberhasilan Bu Nanik ini bukan cuma soal ide kreatif yang out of the box, tapi juga tentang keberanian mengambil langkah di masa sulit.

Dari rumah di desa kecil di Rengel, Bu Nanik membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kemauan, limbah pun bisa jadi berkah.

Jadi, kalau kebetulan lagi main ke Tuban dan nemu camilan dengan nama “The Bog Crispy”, jangan ragu buat beli.

Selain unik, camilan ini juga jadi bukti bahwa yang renyah itu nggak selalu datang dari kota besar—kadang justru lahir dari dapur kecil di tengah desa yang tenang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #pisang #kompos #digital marketing #pakan ternak #Rengel #pohon