Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Banjir di Tuban Semakin Meluas, Lebih dari 30 Desa di Delapan Kecamatan Terendam Air

Andreyan (An) • Kamis, 22 Mei 2025 | 01:35 WIB
Jalan penghubung Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel tergenang banjir akibat Sungai Bengawan Solo kembali meluap, kemarin (20/5).
Jalan penghubung Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel tergenang banjir akibat Sungai Bengawan Solo kembali meluap, kemarin (20/5).

RADARTUBAN - Bencana banjir dampak dari anomali cuaca di Kabupaten Tuban semakin meluas.

Hingga tadi malam, berdasar data sementara yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, total lebih 30 desa di delapan kecamatan yang dilanda bah akibat cuaca ekstrem.

Yakni, lima desa di Kecamatan Rengel, tujuh desa di Kecamatan Soko, tiga desa di Kecamatan Plumpang, dan tiga desa di Kecamatan Widang.

Banjir di empat kecamatan ini akibat luapan Sungai Bengawan Solo.

Lalu, tiga desa di Kecamatan Palang dan dua desa di Kecamatan Kenduruan yang diterjang banjir bandang.

Kemudian, tujuh desa di Kecamatan Parengan akibat luapan Sungai Kali Kening (anak sungai Bengawan Solo) dan beberapa desa di Kecamatan Bangilan.

Hanya saja, jumlah desa di Bangilan masih dalam proses asesmen di lapangan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengatakan, khusus banjir yang melanda Kecamatan Kenduruan dan Palang merupakan banjir bandang akibat hujan deras yang melanda wilayah setempat.

Sementara Kecamatan Parengan dan Bangilan akibat luapan Sungai Kali Kening.

Sedangkan Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang akibat lupan Sungai Bengawan Solo.

‘’Banjir bandang terjadi akibat minimnya daerah resapan di kawasan kritis, ditambah dengan saluran air yang tidak mampu menampung volume aliran air,’’ bebernya.

Sementara itu, BMKG Tuban telah merilis peringatan dini guna menghadapi cuaca ekstrim. Wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Tuban diprediksi akan diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi selama sepekan ke depan.

Kepala BMKG Tuban Mochamad Nur mengatakan, selama sepekan potensi hujan deras akan mengguyur wilayah Tuban.

Puncaknya 21 Mei, curah hujan lebat akan berlangsung dengan intensitas 100-150 mm/ hari serta masuk dalam kategori Awas.

‘’Diimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, sebab potensi bencana hidrometerologi akibat hujan lebat yang akan berlangsung,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan oleh Nur, cuaca buruk juga akan melanda perairan wilayah Tuban dengan ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,5 – 2,5 meter.

‘’Hujan deras dan angin kencang juga dapat berpotensi terjadi, kepada masyarakat harap berhati-hati,’’ tuturnya.

Pada bagian lain, berdasar laporan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di titik papan duga Babat pada pukul 16.00 kemarin (20/5), volume air di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kembali menunjukkan tanda-tanda naik ke siaga kuning, yakni dari 8,20 meter dari 8,41 batas siaga kuning.

Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji menuturkan, luasnya wilayah yang terdampak banjir memaksa satuannya membagi tiga regu personel untuk melakukan penanganan banjir.

‘’Keterbatasan personel membuat kami turut mengerahkan tenaga bantuan dari beberapa stakeholder setempat,’’ bebernya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, petugas BPBD Tuban masih melakukan asesmen di tujuh kecamatan yang terdampak banjir. 

"Kami masih melakukan pengamatan di desa-desa yang terdampak, terutama rumah warga dan fasilitas umum yang membutuhkan penanganan segera,’’ pungkasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#plumpang #kali kening #Cuaca Ekstrem #Soko #Bengawan Solo #Rengel #widang #sungai #kenduruan