Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bengawan Solo Sudah Mulai Surut tapi Masih Siaga Luapan di Empat Kecamatan di Tuban

Andreyan (An) • Jumat, 23 Mei 2025 | 23:31 WIB
Warga Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel masih menggunakan perahu karet untuk beraktivitas menuju pusat kecamatan, kemarin (22/5).
Warga Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel masih menggunakan perahu karet untuk beraktivitas menuju pusat kecamatan, kemarin (22/5).

RADARTUBAN – Bah luapan Sungai Bengawan Solo yang menggenangi belasan desa di empat kecamatan sepanjang bantaran sungai, kemarin (22/5) terpantau mulai surut.

Hanya saja, aktivitas warga belum bisa sepenuhnya nornal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengatakan, lantaran kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut, peralatan kebencanaan seperti perahu karet masih disiagakan si jumlah titik lokasi banjir.

"Dari wilayah yang aksesnya masih digenangi banjir kami jangkau dengan perahu karet, kemudian rute menuju pusat kecamatan kami sediakan truk,’’ ujar dia.

Disampaikan olehnya, tren genangan banjir terpantau mulai turun secara signifikan dalam dua hari terakhir.

Jalan penghubung Kabupaten Tuban dan Bojonegoro tepatnya Jembatan Kanor Rengel (Kare) yang sebelumnya lumpuh, juga kembali bisa dilewati kendaraan.

Sedangkan wilayah yang akses penghubungnya masih digenangi banjir cukup dalam.

Yakni Desa Kanorejo, Ngadirejo, Tambakrejo, dan Karangtinoto, Kecamatan Rengel. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari 10 centimeter (cm) hingga 60 cm.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Tuban sejak Kecamatan Rengel dilanda banjir selama lima hari terakhir.

Total sebanyak 593 rumah, 39 fasilitas umum, 10.000 meter jalan poros desa, 1.198 hektare lahan padi, dan 627 lahan pertanian terdampak air bah Sungai Bengawan Solo itu.

Meski tinggi muka air (TMA) mengalami penurunan, pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap ketinggian air, baik dari hulu maupun hilir.

‘’Semoga cuaca turut bisa bersahabat agar banjir bisa cepat surut, serta aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal,’’ pungkasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Luapan #Bojonegoro #banjir #BPBD #tinggi muka air #sungai bengawan solo #Jembatan Kanor Rengel