RADARTUBAN – Jalan terjal harus dilalui tim sepak bola Kabupaten Tuban demi mengamankan tempat untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025.
Itu menyusul dua laga dengan hasil imbang.
Praktis, tim sepak bola asal Kota Legen ini wajib menga mankan kemenangan di dua laga sisa babak penyisihan Pra Porprov IX Jatim 2025.
Pada laga perdana menjamu tim sepak bola Pra Porprov Kabupaten Madiun 20 Mei lalu, tim sepak bola Pra Porprov Kabupaten Tuban harus puas berbagi poin.
Usai mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1. Sementara itu, hasil seri berikutnya diraih saat menghadapi Kabupaten Ponorogo, Jumat (22/5).
Laga yang digelar di Stadion Tuban Sport Center itu berlangsung sengit sejak menit awal pertandingan.
Bahkan, jual beli serangan silih berganti dilancarkan oleh kedua tim yang sama-sama ingin memenangkan laga.
Peluang meraih tiga poin bagi tim sepak bola Pra Porprov Kabupaten Tuban sebenarnya sempat muncul, saat Alvaro Riansyah mencetak gol di menit 39.
Namun keunggulan tersebut tak mampu dipertahankan hingga akhir laga, usai pemain belakang Kabupaten Madiun, yakni Galing Dwi Mustomo melesatkan gol melalui tendangan bebas di menit 69.
Usai pertandingan, pelatih tim sepak bola Pra Porprov Kabupaten Tuban Ghery Setia Adhi Nugraha mengungkapkan, hasil imbang ini sedikit mengecewakan sebab tiga poin sejatinya wajib diraih oleh skuadnya pada pertandingan tersebut.
"Seharusnya tiga poin wajib kita raih, agar beban pada dua pertandingan sisa tidak berat,’’ tuturnya.
Disampaikan oleh Ghery belum mampu meraih kemenangan pada dua pertandingan membuat dirinya bersama jajaran pelatih setelah ini akan melakukan evaluasi terhadap skuadnya.
"Dua pertandingan sisa mengha dapi Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan wajib menang,’’ tegasnya.
Mantan pemain Persatu Tuban itu menuturkan, kedalaman skuad yang tidak merata membuat dirinya bersama jajaran pelatih harus memutar otak, untuk meracik strategi tepat
guna melakoni setiap laga penyisihan dengan durasi jeda yang cukup singkat tersebut.
"Sedikit riskan untuk melakukan rotasi pemain dengan kedalaman skuad yang tidak ideal,’’ bebernya.
Dengan hasil dua kali seri tersebut membuat tim Kabupaten Tuban harus puas sementara waktu menduduki peringkat keempat dengan raihan dua poin dari lima tim yang tergabung di zona 6.
Puncak klasemen masih diduduki Kabupaten Lamongan dengan koleksi enam poin.
Disusul Kabupaten Ponorogo dengan koleksi empat poin. Sementara itu, peringkat ketiga dihuni oleh Kabupaten Bojonegoro dengan raupan tiga poin.
Sedangkan juru kunci klasemen masih ditempati Kabupaten Madiun dengan koleksi satu poin. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama