RADARTUBAN - Menyikapi keluhan sopir MPU menyusul kebijakan baru yang membolehkan penumpang umum naik Bus Si Mas Ganteng, Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan mengaku telah menyiapkan langkah strategis untuk mengurai persoalan yang saat ini dirasakan para sopir MPU.
"Nantinya, mereka (para sopir MPU, Red) akan kita gandeng untuk tetap menghidupkan transportasi umum di Kabupaten Tuban,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Namun, seperti apa skema yang akan dilakukan, Imam belum bisa memastikan.
Dia hanya menyebut bahwa keberadaan angkutan Bus Si Mas Ganteng tidak akan menghambat pendapatan para sopir angkutan umum.
"Nantinya akan tetap berdampingan,’’ ucapnya singkat.
Namun tidak menyebut solusi taktis atas keluhan sopir MPU.
Sementara fakta di lapangan, para sopir MPU sudah banyak kehilangan penumpang lantaran cakupan Bus Si Mas Ganteng yang semakin diperluas untuk penumpang umum.
Bahkan, kini Bus Si Mas Ganteng generasi pertama dan kedua sudah mengaspal di semua kecamatan se-Kabupaten Tuban.
Total mencakup 18 rute dan 20 feeder beroperasi di 20 rute.
Belum lagi angkutan pelajar gratis yang menggandeng para sopir angkutan kota dengan total 41 armada, juga turut menggerus pendapatan sopir MPU.
Sebab, sudah pasti masyarakat akan memilih angkutan gratis ketimbang membayar.
"Kami tidak mempersoalkan program Bus Si Mas Ganteng. Bahkan, kami mendukung program ini, tapi khusus untuk pelajar. Jangan semua penumpang diangkut. Biarkan penumpang umum tetap menjadi bagian rezeki para sopir MPU,’’ tandas Ketua Organda Tuban Ihsan Hadi. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama