Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Profil Anisa Leota Anabel, Cewek Tuban yang Suka Mengungkapkan Perasaan dengan Puisi

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 31 Mei 2025 | 23:54 WIB
Anisa Leota Anabel
Anisa Leota Anabel

RADARTUBAN- Bagi sebagian orang, puisi hanyalah bait-bait kalimat yang dirangkai dengan rapi dan memiliki makna. Tapi tidak yang dirasakan Anisa Leota Anabel.

Bagi cewek yang karib disapa Anabel ini, puisi adalah ruang untuk meletakkan perasaan yang sulit dijelaskan.

Dara asal Desa Karangrejo, Kecamatan Bancar ini mulai menemukan ketertarikannya pada dunia sastra sejak memasuki jenjang SMP.

Sejak saat itu, dia merasa bahwa puisi menjadi pelarian yang paling jujur bagi perasaannya.

Setiap bait yang ditulisnya bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi cerminan dari emosi yang sulit dia ungkapkan.

"Saya menemukan inspirasi untuk menulis puisi dari banyak hal. Mulai dari perasaan sedih, senang, rindu, bahkan hal-hal kecil yang sulit dijelaskan dengan kata-kata,’’ ujarnya.

Bagi Anabel, puisi juga menjadi ruang tersendiri untuk menyembuhkan luka.

Tempat di mana setiap kata yang ditulis selayaknya pelukan bagi dirinya sendiri yang membuat perasaannya terasa lebih legowo.

Juga sebagai ruang ngobrol paling aman tanpa ada yang menghakimi.

Remaja 17 tahun itu mengagumi sosok sastrawan masyhur Indonesia Sapardi Djoko.

Menurutnya, Sapardi merupakan sosok sastrawan yang mampu menghadirkan kesederhanaan dalam setiap bait puisinya dan menyentuh perasaan yang tidak bisa digambarkan.

"Puisi-puisi beliau itu ketika dibaca langsung ngena ke hati, ga perlu pakai kalimat-kalimat yang ribet juga,” tuturnya.

Berangkat dari kecintaannya pada menulis puisi, gadis berzodiak Taurus ini berhasil mendapatkan trofi juara 3 favorit lomba cipta puisi tingkat SMA se-Kabupaten Tuban.

Bahkan, tidak jarang puisi-puisi karyanya telah dibukukan melalui berbagai lomba.

"Lewat puisi aku bisa belajar menyusun kata, merawat rasa, dan juga bisa memahami apa yang aku rasakan,’’ pungkasnya. (saf/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #prestasi #makna #perasaan #remaja #puisi #Bancar