RADARTUBAN-Memasuki hari kedua dugaan penutupan total Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, Selasa (10/6), belum ada pihak yang bertanggung jawab terkait penghentian total seluruh aktivitas di tempat ibadah tersebut.
Hingga Selasa (10/6) pukul 13.55, Jawa Pos Radar Tuban belum mendapat jawaban dari Alim Sugiantoro, salah satu tokoh dari dua kubu yang bertikai dan Paulus Willy Afandy, salah satu dari tiga pengelola kelenteng. Begitu juga Tjing Hai alias Soejanto, karyawan pengelola kelenteng.
‘’Aku tidak tahu maksudnya, Mas,’’ jawab Alim dalam pesan WhatsApp (WA).
Sementara Paulus Willy Afandy dan Tjing Hai belum merespons terkait empat materi pertanyaan yang dikirim.
Seperti diberitakan sebelumnya, Soedomo meminta Jawa Pos Radar Tuban untuk menghubungi ketiganya terkait dugaan penutupan total kelenteng. ‘’Besok akan saya kabari lagi karena mau lihat akta notaris lagi,’’ tulisnya dalam pesan WA, Senin (9/6) pukul 31.34.
Memasuki hari kedua penutupan, kondisi tempat ibadah di Jalan RE Martadina 1 Tuban itu masih sama seperti belumnya, tanpa aktivitas. Pintu gerbang utama dan pintu gerbang barat tertutup rapat. Seluruh lampu masih dipadamkan. Lilin dan yuswa juga tak satu pun yang menyala.
Kontroversi kepengurusan TITD Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban pasca terpilihnya Go Tjong Ping sebagai umum kelenteng periode 2025-2028 pada Minggu (8/6) diduga menjadi pemicu penutupan total tersebut. Itu karena penutupan tersebut terjadi Senin (9/6) petang atau sehari setelah pemilihan pengurus dan penilik.
Insiden penutupan total tersebut merupan kedua. Sebelumnya, insiden yang sama terjadi sekitar Juli 2021 yang berujung pada penyerahan pengelolaan kelenteng kepada tiga taipan Surabaya. Mereka adalah Soedomo Mergonoto, Paulus Welly Afandy, dan Alim Markus.
Batas waktu pengelolaan sementara oleh pengelola Surabaya berakhir pada 31 Desember 2024 lalu atau sekitar lima bulan lalu. Di tengah kekosongan pengelolaan itulah, umat menggelar menggelar pemilihan pengurus dan penilik di Resto Ningrat Tuban, Minggu (8/6). Hasilnya, Tjong Ping terpilih sebagai ketua umum.(*)
Editor : Dwi Setiyawan