RADARTUBAN – Komitmen dan konsistensi Bupati Aditya Halindra Faridzky dalam memajukan dan mengembangkan ekonomi kreatif (ekraf) dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Kabupaten Tuban turut menempatkan Bupati Tuban Mas Lindra sebagai kepala daerah dengan tingkat kepuasan terbaik se-Jatim.
Berdasar survei yang dirilis The Republic Institute, tingkat kepuasan publik terhadap pengembangan ekraf dan UMKM di Tuban menempati peringkat ke empat dari total 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan skor 79,7 persen.
Hasil survei ini menandakan bahwa strategi pembangunan sektor ekonomi kreatif dan UMKM yang dilakukan Pemkab Tuban mendapat respons positif dari masyarakat.
Sekaligus mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelaku usaha lokal.
‘’Ini (hasil survei, Red) adalah bentuk kepuasan publik terhadap program-program pemerintah daerah. Karena itu, kami bersyukur atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan masyarakat Tuban. Dan terima kasih juga kepada seluruh jajaran instansi terkait atas kerja keras, dedikasi, dan komitmen dalam memajukan dan mengembangkan ekraf dan UMKM di Tuban,’’ tutur Mas Lindra.
Kepala Diskopumdag Tuban Agus Wijaya mengatakan, keberhasilan Pemkab Tuban dalam memajukan dan mengembangan ekraf dan UMKM di Kabupaten Tuban tidak lepas misi yang telah dicanangkan Bupati Aditya Halindra Faridzky.
Pembangunan di bidang ekonomi kreatif dan UMKM ini tertuang dalam misi kedua.
Yakni, meningkatkan pengelolaan dan nilai tambah dari berbagai sektor ekonomi, yakni membuka seluas-luasnya kesempatan berusaha, membangun dan memantapkan sinergitas daya saing usaha ekonomi lokal dan pengembangan ekonomi kreatif.
‘’Mas Lindra memiliki komitmen yang kuat dalam memajukan dan mengembangkan ekraf dan UMKM hingga pelosok desa,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Agus menyampaikan, hingga saat ini, dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban, total pelaku usaha di Tuban mencapai 52.550.
Adapun di program yang terus dilakukan untuk memajukan dan mengembangkan ekraf di Tuban, yakni program pemberdayaan dan pengembangan UMKM.
Di antara program pemberdayaan, meliputi kemitraan usaha, workshop UM naik kelas, fasilitasi pemasaran online, fasilitasi kemudahan perizinan, entrepreneur school, dan fasilitasi perdagangan kaki lima.
Sedangkan program pengembangan, meliputi fasilitasi pelaku usaha difabel, fasilitasi pameran produk tingkat kabupaten dan provinsi.
Dalam fasilitasi perizinan, terang Agus, total sudah ada kurang lebih 11.000 pelaku UMKM yang mengantongi izin P-IRT, NIB, dan halal.
"Dari segi permodalan, kami juga menjembatani para pelaku usaha untuk mendapatkan modal murah dari perbankan,’’ terang mantan Kabag Humas dan Protokol Setda itu.
Dan dalam meningkatkan daya saing para pelaku usaha, Diskopumdag juga konsisten menggelar berbagai pelatihan.
Di antaranya, pelatihan manajerial, pelatihan keterampilan teknis, pelatihan teknologi informasi dan pemasaran, serta pelatihan standarisasi dan sertifikasi produk.
Harapannya, para pelaku usaha bisa menjalankan usaha yang terstandarisasi, kompetitif, dan berkelanjutan.
"Setiap kegiatan yang kami gelar menegaskan bahwa Pemkab Tuban berkomitmen mencetak pelaku usaha yang tangguh, adaptif, dan mampu berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dan kami sangat bersyukur, upaya yang menjadi komitmen kuat Mas Lindra dalam memajukan dan mengembangan pelaku ekraf dan UMKM di Tuban ini mendapat respon positif dari masyarakat,’’ tandasnya. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama