RADARTUBAN – Memasuki hari kedua kemarin (11/6), pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tuban sudah menemui kendala teknis.
Di SMPN 1 Tuban, paket MBG yang seharusnya dikirim ke sekolah pukul 10.00, baru diantar sekitar pukul 13.00. Sejam menjelang waktu kepulangan siswa pukul 14.00.
Kabar tersebut diterima wartawan koran ini dari salah satu petugas yang mendampingi proses distribusi.
Setelah dikonfirmasi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani paket MBG di SMPN 1 Tuban, Kepala SPPG Kebonsari Aulia Rizqi membenarkan adanya kendala teknis tersebut.
Dia menjelaskan, keterlambatan proses pengiriman paket MBG itu karena kekurangan jumlah nasi untuk anak-anak di sekolah tersebut.
"Sehingga kami harus mengambil nasi di SPPG lain agar tetap bisa menyalurkan sesuai dengan jumlah yang ditentukan,’’ ujarnya kepada wartawan koran ini saat ditemui di lokasi SPPG setempat, kemarin (11/6).
Lebih lanjut, Aulia menjelaskan, problem teknis ini terjadi karena adanya kesalahan dalam penaksiran jumlah kebutuhan nasi.
Pada penyaluran hari pertama Selasa (10/6) lalu, jumlah makanan yang disediakan ternyata melebihi kebutuhan, sehingga masih tersisa banyak.
Namun, saat berlanjut ke hari kedua, jumlah makanan yang disiapkan justru kurang untuk memenuhi kebutuhan.
"Bagaimanapun caranya memang harus mencari solusi saat ada kejadian kekurangan jumlah makanan, hari ini memang sedikit ruwet,’’ terangnya.
Keterlambatan pendistribusian itu terpaksa membuat 577 siswa di SMPN 1 Tuban harus menunggu dalam waktu yang cukup lama dan sudah melewati jam istirahat.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Tuban Umi Rindiyah menegaskan bahwa keterlambatan pengiriman paket MBG untuk anak didiknya tersebut tidak perlu dipermasalahkan.
"Tidak masalah, dan sekolah memaklumi. Justru tambah seru anak-anak terlihat menunggu dengan senang, makannya lahap,’’ katanya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, di hari kedua kemarin, pembagian makan juga sudah tertib.
"Ngambil maupun ngembalikan (kotak makan, Red) ke tempat transit juga sudah tertib,’’ tandasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama