RADARTUBAN – Terhitung sudah hampir empat bulan ini sebagian jalan di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel mengalami longsor.
Namun, selama itu pula belum ada perbaikan yang dilakukan pihak terkait. Seperti tampak dalam foto, titik jalan yang longsor itu terletak di bantaran Sungai Bengawan Solo.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, ruas jalan yang sebelumnya tergerus aliran sungai sepanjang 20 meter itu hanya diuruk menggunakan batuan kapur tanpa pondasi kuat di bawahnya.
Penanganan itu pun dilakukan oleh warga setempat dengan berbekal swadaya iuran bersama masyarakat.
Sutikno warga setempat menuturkan, dirinya bersama warga setempat lainnya mengaku tidak ada pilihan lain selain bergotong-royong melakukan penanganan secara mandiri.
"Jalan ini akses penting bagi masyarakat, belum jelas pula kapan penanganan perbaikan dari pemerintah akan dilakukan,’’ jelasnya.
Jalan tersebut merupakan akses penghubung utama antara dua dusun, yakni Dusun Tawangsari dengan Dusun Kanor, Desa Kanorejo.
Setelah tragedi longsor yang menimpa akses jalan wilayah setempat pada Maret lalu, hingga kemarin hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas.
"Kendaraan roda empat masih belum bisa melintas,’’ terang Sutikno.
Sementara itu, Kepala Desa Kanorejo Suyanto mengungkapkan, kerusakan akses jalan di desa setempat sudah berkali-kali dilaporkan ke pemerintah daerah, bahkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo juga. Namun, sampai saat ini belum ada penanganan apa pun.
‘’Untuk sekadar meninjau lokasi saja belum ada,’’ katanya.
Disampaikan Suyanto, selain titik longsor yang disebutkan di atas, juga ada beberapa titik lain yang kondisi hampir sama.
‘’Warga di sini (Desa Kanorejo, Red) sudah sejak lama membutuhkan bendungan dan perbaikan jalan di bantaran sungai, tapi sampai saat ini belum terwujud,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama