RADARTUBAN – Harapan pengguna jalan lingkar selatan (JLS) Tuban untuk menikmati akses jalan yang nyaman dan aman tampaknya masih harus menunggu cukup lama.
Di tengah kerusakan beberapa titik yang semakin parah, belum kepastian kapan dimulai proses perbaikan permanen jalur yang memiliki panjang lintasan 19 kilometer (km) itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Tuban Agung Supriyadi mengungkapkan, molornya perbaikan jalan di jalur ring road tersebut lantaran proses lelang yang belum selesai.
‘’Ini masih mengajukan proses lelang (proyek, Red) di bagian PBJ (pengadaan barang dan jasa, Red),’’ ungkapnya.
Saat disinggung mengenai kendala dalam proses lelang, mantan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Setda Tuban itu enggan membeberkan secara jelas penyebab belum tuntasnya proses lelang hingga menjelang pekan ketiga Juni ini.
‘’Mohon doanya semoga prosesnya lancar,’’ ujarnya singkat.
Disampaikan Agung, proses pembetonan jalan biasanya memakan waktu antara 4-6 bulan lamanya.
Jika mengacu pada kondisi saat ini, idealnya awal Juli mendatang proses pengerjaan fisik proyek JLS Tuban sudah harus direalisasikan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dinas PUPR-PRKP Tuban telah menyiapkan anggaran dengan total Rp 6 miliar untuk perbaikan secara permanen JLS Tuban.
Rinciannya, Rp 4 miliar dari anggaran pendapatan daerah (APBD) murni dan Rp 2 miliar dari perubahan APBD.
‘’Nantinya, perbaikan akan menggunakan cor rigid beton dan aspal hotmix dengan mengevaluasi kondisi kerusakan di lapangan,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama