Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PMK Kembali Merebak di Tuban, Warga Pertanyakan Peran Dinas Peternakan Tuban

Yudha Satria Aditama • Senin, 16 Juni 2025 | 03:10 WIB
Salah satu sapi mati karena terkena PMK di Tuban.
Salah satu sapi mati karena terkena PMK di Tuban.

RADARTUBAN – Persebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Tuban tampaknya belum sepenuhnya dapat diredam.

Wabah penyakit mematikan pada hewan ternak tersebut diduga kembali melanda sejumlah hewan ternak milik warga di beberapa kecamatan dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah warga yang memiliki hewan ternak bahkan meluapkan keresahannya melalui media sosial Facebook, seperti yang diungkapkan Santo, warga Kecamatan Kerek dalam grup FB

Media Informasi Orang Tuban pada Selasa (11/6), yang membagikan kondisi sapinya mati secara mendadak.

‘’Daerah (kecamatan, Red) Kerek sudah banyak sapi yang mati akibat PMK, termasuk milik saya,’’ tulisnya.

Dikatakan Santo, dirinya mengaku kecewa lantaran belum ada tindakan dari dinas terkait kembali merebaknya wabah PMK di Tuban.

‘’Gimana tindakan dinas peternakan di Tuban? PMK melanda belum ada tindakan,’’ beber dia dalam unggahannya.

Senada yang dituturkan oleh Fredika Pratama, warga Kecamatan Semanding, dalam postingan yang sama menyebut bahwa di wilayahnya juga ada kasus hewan ternak mati secara mendadak dengan ciri menyerupai wabah PMK.

‘’Daerah Widengan (Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Red) barusan (Selasa 10 Juni, Red) ada sapi yang mati akibat PMK,’’ ungkap dia.

Terpisah, Kabid Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban Pipin Diah Larasati terkejut dengan adanya dugaan temuan kasus PMK baru tersebut, pasalnya sampai saat ini belum ada laporan masuk mengenai kasus tersebut.

‘’Jika ada kasus atau gejala PMK bisa segera menghubungi petugas kesehatan setempat, agar segera mendapat tindakan,’’ tegasnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar melapor sedari dini jika ada wabah muncul sebelum menular pada hewan ternak lainnya.

Warga juga diimbau agar memastikan betul ciri wabah PMK yang menyerang hewan ternak sebelum menyebarluaskan di masyarakat.

‘’Dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan, jika memang ciri hewan ternak tersebut terjangkit PMK agar segera cepat melapor,’’ jelas dia.

Disampaikan olehnya, DKP2P Tuban sebelumnya sudah melakukan surveilans dan vaksinasi terhadap hewan ternak bahkan melakukan pemantauan pasar hewan.

Salah satu kendala jajarannya di lapangan, yakni masih ada sejumlah masyarakat yang menolak vaksinasi PMK.

Disinggung mengenai faktor merebaknya PMK dipengaruhi dengan meningkatnya mobilitas hewan ternak pada momen Idul Adha tahun ini, Pipin tidak menampik faktor tersebut.

‘’Faktornya banyak, bisa iya (karena mobilitas hewan ternak pada momen Idul Adha, Red). Karena lalu lintas ternak meningkat, ternak baru belum divaksin,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #PMK #mati #sapi #Semanding #Penyakit Mulut dan Kuku