Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pendangkalan Sungai Avur Picu Banjir, DPRD Tuban Desak BBWS Bertindak Cepat

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 17 Juni 2025 | 01:59 WIB
Pendangkalan Sungai Avur jadi pemicu banjir, DPRD Tuban desak BBWS segera bertindak untuk normalisasi dan pembebasan lahan Bendungan Jabung Ring Dyke.
Pendangkalan Sungai Avur jadi pemicu banjir, DPRD Tuban desak BBWS segera bertindak untuk normalisasi dan pembebasan lahan Bendungan Jabung Ring Dyke.

RADARTUBAN – Komisi I DPRD Tuban memastikan bakal mengawal kegiatan normalisasi sungai avur di Kecamatan Plumpang dan Widang, yang selama ini menjadi pemicu banjir di dua kecamatan tersebut.

Komitmen tersebut disampaikan menyusul hasil audiensi bersama pengurus Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Kecamatan Plumpang, Sabtu (14/6) lalu.

Dan untuk menindaklanjuti komitmen tersebut, Komisi I langsung meninjau titik-titik anak Sungai Bengawan Solo tersebut.

‘’Kondisinya (sungai avur, Red) memang membutuhkan penanganan segera. Banyak sekali ditemukan pendangkalan dan tumpukan sampah. Lebar avur juga semakin ciut,’’ ujar Ketua Komisi I DPRD Tuban Suratmin, kemarin (15/6).

Setelah meninjau lokasi, Ratmin langsung melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar ada langkah-langkah taktis yang segera dilakukan. Sebab, sungai avur merupakan kewenangan BBWS.

Lebih lanjut, Suratmin mengatakan, untuk langkah jangka panjang, Pemkab Tuban sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk kegiatan normalisasi avur di wilayah Kecamatan Widang.

‘’Nanti, normalisasi akan terus dilanjut dengan terus dianggarkan di perubahan APBD 2025 dan APBD 2026,’’ bebernya.

Langkah jangka panjang lainnya, terang politikus Partai Golkar itu, akan turut serta membantu menyelesaikan pembebasan lahan di Bendungan Jabung Ring Dyke (JRD).

‘’Kami akan membantu BBWS untuk penyelesaian pembebasan 57 lahan yang belum selesai untuk proyek JRD. Dan jika itu bisa diselesaikan, maka masalah banjir ini bisa diatasi,’’ bebernya.

Sementara itu, Koordinator Himpunan Petani Pengguna Air (Hippa) Kecamatan Plumpang Nur Ahsan mengatakan, tahun ini petani di Kecamatan Plumpang, khususnya di sembilan desa terancam tidak bisa tanam.

Sebab, ratusan hektare lahan milik warga masih tergenang banjir sejak akhir 2024 lalu.

‘’Bahkan, sampai hari ini belum ada tanda-tanda air surut,’’ ujarnya kemarin.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Ahsan, hari ini (16/6) pihaknya bersama Hippa Plumpang dan Hippa widang akan mengambil langkah cepat.

Itu menyusul hasil pertemuan dengan DPRD dan dinas terkait, serta BBWS belum memberikan solusi taktis.

‘’Besok (hari ini, Red) kami akan membuat sodetan di tanggul inlet swis dua yang letaknya di Desa Banjar, Kecamatan Widang, ini kami nilai sebagai solusi tercepat agar aliran sungai bisa segera surut,’’ tandasnya.

Sementara itu, Wakapolres Kompol Achmad Robial mengatakan bahwa sejumlah upaya yang dilakukan salah satunya membentuk tim penangan bencana bersama stakeholder terkait.

"Kami sudah bentuk tim penanganan bencana bersama stakeholder terkait" ucap Kompol Robi.

Selain itu, pada Sabtu (14/06) juga dilakukan audiensi dengan kelompok tani wilayah kecamatan Plumpang bersama anggota DPRD kabupaten Tuban untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya sehingga bisa dicarikan solusi untuk mengatasi banjir tersebut.

Salah satu hasil audensi, akan di bukanya twist 2 kali avur yang berada di desa Banjar kecamatan Widang Kab Tuban yang mengarah ke Dateng langor kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan yang berakhir bermuara di laut.

"Hasil hearing bersama komisi I DPRD rencana hari ini (16/05) twist 2 kali avur akan dibuka" Imbuhnya. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#plumpang #lamongan #DPRD Tuban #Jabung Ring Dyke #apbd #sungai