Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Insentif Guru Ngaji Tuban Rp 200 Ribu Per Bulan Dijanjikan Cair Bulan Ini, Sempat Molor Sebelumnya

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 20 Juni 2025 | 00:42 WIB
Insentif guru ngaji Tuban dijanjikan mulai cair Juni ini setelah sempat tertunda karena kendala administrasi.
Insentif guru ngaji Tuban dijanjikan mulai cair Juni ini setelah sempat tertunda karena kendala administrasi.

RADARTUBAN – Setelah penantian panjang selama enam bulan, kabar menggembirakan akhirnya datang untuk para guru ngaji dan pendidik Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Bumi Wali.

Pemerintah Kabupaten Tuban memastikan insentif guru ngaji akan mulai dicairkan pada Juni ini.

Sebelumnya, janji pencairan sempat diutarakan Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Budi Wiyana pada Maret lalu.

Saat itu, dia menyebutkan dana insentif akan cair sebelum Lebaran Idul Fitri.

Namun hingga Idul Adha lewat, pencairan tak kunjung terjadi. Para guru pun sempat kecewa. Kini, harapan itu kembali menyala.

Plt Kabag Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Tapem Kesra) Setda Tuban, Siswanto, menyampaikan bahwa keterlambatan pencairan insentif disebabkan oleh kendala administrasi.

Namun, seluruh berkas kini telah dinyatakan lengkap dan siap diajukan ke bendahara daerah.

“Insya Allah bulan ini cair, sudah dalam proses verifikasi akhir,” tegas Siswanto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.

Adapun nominal yang akan diterima masing-masing guru ngaji adalah sebesar Rp 200 ribu per bulan. Insentif ini bersumber dari dana hibah Pemkab Tuban dan diserahkan langsung ke penerima.

Untuk tahap pertama, dana akan dicairkan untuk bulan Januari dan Februari, dengan jumlah penerima mencapai 9.504 orang.

Siswanto menambahkan, pencairan dilakukan secara bertahap. Setelah dua bulan pertama, insentif untuk Maret, April, dan Mei akan segera menyusul. Saat ini pemberkasan untuk tiga bulan tersebut juga sudah dalam proses finalisasi.

Mengapa pencairan tidak dilakukan sekaligus lima bulan? Siswanto menjelaskan bahwa kelompok pengusul insentif belum semuanya menyelesaikan pemberkasan. Namun, pihaknya terus melakukan koordinasi agar seluruh proses bisa rampung.

“Kami terus dorong agar berkas segera dilengkapi. Begitu siap, langsung kami ajukan pencairan,” tegasnya.

Menariknya, jumlah penerima insentif tiap bulan ternyata tidak selalu sama. Ada dinamika yang memengaruhi, seperti guru yang meninggal dunia, mutasi, atau sudah tidak aktif lagi.

Meski demikian, Siswanto memastikan perubahan itu tidak signifikan.

“Jumlahnya bisa sedikit berkurang tiap bulan. Tapi secara umum tetap mendekati angka 9.500-an penerima,” kata pejabat definitif Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP dan Damkar Tuban itu.

Dengan adanya pencairan ini, para guru TPQ yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendidik anak-anak belajar Alquran, akhirnya bisa sedikit bernapas lega.

Insentif ini memang tidak sebanding dengan dedikasi mereka, namun tetap menjadi bentuk penghargaan atas peran penting mereka dalam pembangunan moral dan spiritual generasi muda Tuban. (fud/wid)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #setda #insentif guru ngaji #lebaran #bendahara #idul fitri