RADARTUBAN – Setelah hampir satu semester tidak ada pergerakan, laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Tuban akhirnya digerojok puluhan paket proyek fisik dari organisasi perangkat daerah (OPD).
Hanya dalam hitungan hari, total ada 52 paket proyek yang ditenderkan secara online.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, dari puluhan paket proyek yang dilelang tersebut, hampir semuanya berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PRKP) Tuban.
Rata-rata berupa proyek peningkatan jalan, baik jalan antardesa maupun kecamatan. Dari pagu minimal Rp 400 juta hingga miliaran per proyek.
Terbesar adalah proyek peningkatan jalan Bulu-Jatirogo. Totalnya mencapai Rp 30 miliar.
Sementara paket proyek lainnya berasal dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, yakni pembangunan puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ali Mansur Jatirogo.
Untuk OPD lain, belum ada yang muncul.
Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Tuban Anton Tri Laksono mengatakan, paket proyek yang di-uplod di laman LPSE berdasar dokumen dari OPD yang sudah siap dilelang.
Artinya, paket proyek yang di-unggah secara online tersebut berdasar kesiapan dari masing-masing OPD.
‘’Ketika dokumen proyek dari OPD sudah disampaikan ke kami dan sudah dilakukan review pokja (kelompok kerja), maka dokumen tersebut sudah bisa di-upload,’’ ujarnya.
Anton menegaskan, kewenangan institusinya hanya menindaklanjuti pengajuan dokumen dari OPD.
Alhasil, jika belum ada dokumen yang diajukan, maka sudah barang tentu tidak ada paket proyek yang bisa di-upload.
Dan sebaliknya, jika dokumen proyek yang diajukan sudah siap dan lengkap, maka secara otomatis akan di-unggah ke laman LPSE.
‘’Seperti dari DPUPRPRKP, karena sudah siap semua, sehingga kami upload semua,’’ katanya.
Dalam waktu dekat, terang Anton, jumlah paket proyek yang dilelang akan terus bertambah menyusul kesiapan dokumen dari masing-masing OPD.
‘’Masih banyak dokumen lelang yang antri, insyaallah segera di-review teman-teman, dan setelah itu bisa tayang semua,’’ tandasnya.
Terpisah, Kepala DPUPRPRKP Tuban Agung Supriyadi membenarkan bahwa hampir semua dokumen proyek dari instansinya sudah diserahkan ke ULP dan di-upload ke laman LPSE.
Namun berapa totalnya, dia tidak bisa memastikan. Termasuk apakah masih ada paket proyek yang belum diserahkan ke ULP.
‘’Yang tahu pastinya adalah bagian PPK (pejabat pembuat komitmen) masing-masing,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama