RADARTUBAN – Isak tangis keluarga pecah seketika mendapati tubuh TS terbujur kaku saat dievakuasi dari dalam sumur sedalam 10 meter tak jauh dari kediamannya, Dusun Ngareng, Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang pada Selasa malam (24/6) sekitar pukul 20.30.
Diduga, pemuda 27 tahun itu nekat mencerburkan diri ke dalam sumur karena masalah asmara dengan kekasihnya.
Berdasarkan keterangan SU, 54, warga setempat yang tinggal tak jauh dari kediaman korban, sebelum insiden maut itu terjadi, TS sudah menunjukkan sikap yang aneh-aneh dan sering murung.
Dan semua itu dipicu lantaran kisah cintanya dengan sang kekasih kandas.
‘’Bahkan beberapa kali sudah mencoba bunuh diri, namun gagal karena berhasil digagalkan oleh warga dan keluarganya,’’ bebernya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (25/6).
Disampaikan SU, TS beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya dengan beragam cara, mulai dari menyengatkan tubuhnya dengan aliran listrik hingga mencoba melukai tubuhnya dengan benda tajam.
‘’Masih tidak menyangka almarhum (TS, Red) bisa sampai senekat itu,’’ imbuhnya.
Nasib tragis pemuda 27 tahun itu terjadi menjelang adzan magrib. TS keluar rumahnya tanpa pamit. Keberadaan korban tidak diketahui oleh keluarga dan tetangga.
Hilangnya korban baru disadari SS, saudara perempuan dari TS setelah dua jam kemudian.
Setelah dicari, dan baru beranjak tak jauh dari rumah, SS menjumpai sepasang sandal adiknya tepat berada di samping sumur milik tetangga sebelah rumahnya.
Saat disorot dengan lampu senter, SS cukup syok mendapati tubuh adiknya terkelungkup di dasar sumur.
‘’Saudara korban kemudian melapor ke kepala dusun untuk melaporkan pada Bhabinkamtibmas setempat, informasi tersebut akhirnya baru kami terima,’’ ujar Kapolsek Plumpang AKP Suganda saat dikornfirmasi oleh wartawan koran ini.
Lebih lanjut dikatakan Suganda, pihaknya kemudian menerjunkan pesonelnya dibantu warga setempat untuk melakukan evakuasi di dalam sumur tersebut.
‘’Kurang lebih hampir satu jam jenazah korban baru bisa dievakuasi,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama