RADARTUBAN – Penempatan sekolah rakyat (SR) di Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban hanya bersifat sementara.
Ke depan, pemerintah berencana membangun gedung SR khusus.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Tuban Sugeng Purnomo mengatakan, pemanfaatkan gedung BLKI yang sifatnya sementara itu disampaikan pemerintah pusat.
‘’Rencananya, pinjam pakai ini selama satu tahun, karena nanti pasti ada gedung permanennya sendiri,’’ imbuhnya.
Artinya, lahan seluas tujuh hektare di Kelurahan Mondokan yang semula disiapkan oleh Pemkab Tuban untuk pendirian SR kemungkinan besar akan tetap dimanfaatkan.
Hanya saja, Sugeng belum bisa memastikan.
Mengingat keputusan program pendidikan untuk anak tidak mampu ini berdasarkan kewenangan dari pemerintah pusat.
‘’Intinya, ketika ada instruksi langsung kami jalankan,’’ bebernya.
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban menyebut, kebutuhan anggaran pembangunan gedung SR mencapai kurang lebih Rp 100 miliar.
Bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Adapun tuga pemerintah darah saat ini adalah melakukan verifikasi calon peserta didik SR. Serta merenovasi BLK yang akan digunakan kelas dan asrama.
‘’Kami saat ini juga masih terus menunggu petunjuk dari pusat terkait update SR,’’ pungkasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama