Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cuaca Buruk Melanda, Nelayan Pantura Tuban Tak Melaut Selama Sepekan

Andreyan (An) • Rabu, 2 Juli 2025 | 00:43 WIB
Nelayan asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban memanfaatkan waktu tidak melaut dengan melakukan perbaikan perahu penangkap ikan, kemarin (30/6).
Nelayan asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban memanfaatkan waktu tidak melaut dengan melakukan perbaikan perahu penangkap ikan, kemarin (30/6).

RADARTUBAN – Terhitung sudah sepekan ini para nelayan di pesisir pantura Tuban tiarap melalut. Itu menyusul gelombang tinggi yang tak kunjung reda.

Arif, 44, nelayan asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban mengatakan, tingginya gelombang tidak memungkinkan nelayan berangkat mencari ikan.

Sebagai gantinya, para nelayan memanfaatkan waktu senggang dengan memperbaiki mesin perahu dan jaring yang rusak.

‘’Kurang lebih ada seratus lebih nelayan di sini (Kelurahan Karangsari, Red) yang tidak melaut selama sepekan terakhir,’’ katanya saat ditemui wartawan koran ini, kemarin (30/6).

Dituturkan nelayan paro baya itu, cuaca buruk di wilayah perairan cukup berdampak terhadap pemasukan nelayan.

‘’Kalau ombak tinggi sudah pasti tidak melaut, tidak ada pemasukan sama sekali. Biasanya kerja serabutan untuk menambah penghasilan, itu pun jika ada,’’ beber Arif.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban, peringatan gelombang tinggi masih berlaku dari kemarin hingga beberapa hari ke depan.

Diinformasikan, tinggi gelombang yang melanda wilayah perairan Tuban diprediksi mencapai 1,25- 2,25 meter, terutama pada malam hari.

Peringatan dini cuaca buruk tersebut diprediksi berlangsung mulai 30 Juni sampai 3 Juli mendatang.

‘’Gelombang yang melanda diprediksi masih dalam kategori sedang, namun kondisi ini dapat berubah sewaktu-waktu, terlebih jika adanya gangguan cuaca seperti pertumbuhan awan Cumulonimbus di tengah laut, sehingga berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang,’’ kata Kepala BMKG Tuban Mochamad Nur mengatakan. (an/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #BMKG #nelayan #pantura