Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Server Sekolah MTs Miftahul Ulum Plumpang Dicuri, Data Siswa Ludes Tak Terselamatkan

Andreyan (An) • Rabu, 2 Juli 2025 | 23:07 WIB

 

Kondisi MTs Miftahul Ulum usai insiden hilangnya komputer server sekolah yang berisi data-data penting, kemarin (1/7).
Kondisi MTs Miftahul Ulum usai insiden hilangnya komputer server sekolah yang berisi data-data penting, kemarin (1/7).

RADARTUBAN – Umumnya, di era sekarang ini, pencurian atau peretasan data bisa dilakukan melalui jaringan internet.

Namun, cara tersebut tidak berlaku bagi maling yang menjarah data siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Ulum Desa Magersari, Kecamatan Plumpang ini.

Untuk menjalankan aksinya, si pencuri langsung menggotong komputer server atau CPU (central processing unit) yang berisi data-data siswa.

Aksi pencurian data yang dilakukan secara konvensional itu diperkirakan berlangsung Minggu (29/6) malam, dan baru diketahui pada Senin (30/6) pagi.

Sontak, seketika itu pula para guru mengalami kecemasan yang luar biasa.

Bukan soal CPU-nya, tapi hilangnya data-data penting sekolah, seperti data siswa, data administrasi, hingga arsip-arsip sekolah.

Pasalnya, data-data penting tersebut tidak ter- backup. Sehingga, ludes sudah data-data yang dimiliki sekolah.

Ali Musyafa’, salah satu guru di lembaga tersebut mengatakan, hilangnya komputer server sekolah itu diketahui Senin (30/6) pagi—berdasar informasi dari salah satu tenaga pendidik yang melihat pintu ruang perpustakaan terbuka.

Kondisi pintu mengalami kerusakan dan bagian jendela terdapat bekas congkelan benda tajam.

‘’LCD komputer tidak hilang, justru yang hilang perangkat server yang berisi data-data penting,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban saat ditemui di ruangannya, kemarin (1/7).

Disampaikan Syafa’, hilangnya perangkat komputer diduga terjadi pada Minggu malam (29/6)—saat tidak ada aktivitas di sekolah.

‘’Sabtu masih ada aktivitas di sekolah dan komputer masih ada,’’ bebernya.

Lebih lanjut, guru mata pelajaran PJOK itu mengatakan, meski kehilangan banyak data penting di dalam komputer server tersebut, kini satu persatu data kembali di-input, khususnya data siswa.

Sedikitnya, ada kurang lebih 300 data siswa yang menempuh pendidikan di lembaga tersebut.

‘’Jumlah tersebut belum termasuk peserta didik pada tahun ajaran baru tahun ini. Kami memastikan data peserta didik tahun ini aman, hanya saja kami perlu meng-input-nya secara manual,’’ jelasnya.

Meski demikian, hingga kemarin pihak sekolah belum membuat laporan kehilangan di kepolisian setempat.

Pasca kejadian tersebut, ruangan tempat komputer tersebut tampak terkunci dan hanya bisa diakses oleh penjaga sekolah.

‘’Kami masih melakukan koordinasi,’’ ujarnya singkat.

Terpisah, Kepala Sekolah MTs Miftahul Ulum Masruh mengimbau, apabila ada warga atau salah seorang yang menemukan orang mencurigakan menjual perangkat server komputer agar segera melapor ke pihak sekolah.

‘’Perangkat ini cukup penting bagi kami, semoga masih ada itikad baik untuk mengembalikan,’’ tandasnya.

Sementara itu, wajah pencuri komputer server tidak terlihat lantaran di lokasi tersebut belum terpasang kamera CCTV. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#plumpang #Konvensional #server #komputer #sekolah