Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lima Tahun Diluncurkan, Tulib Masih Jauh dari Harapan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 6 Juli 2025 | 01:22 WIB
Salah seorang pengunjung perpustakaan tengah mengambil salah satu buku yang ingin dibacanya.
Salah seorang pengunjung perpustakaan tengah mengambil salah satu buku yang ingin dibacanya.

RADARTUBAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban seakan merasakan betul bagaimana sulitnya mengajak generasi muda mencintai literasi.

Berbagai cara sudah dilakukan, termasuk digitalisasi. Namun, tetap saja belum berhasil membawa perubahan signifikan.

Aplikasi Tuban digital library (Tulib) adalah contohnya. Meski sudah hampir lima tahun diluncurkan, namun jumlah kunjungan dan keanggotaan dalam aplikasi ini masih sangat minim.

Hingga saat ini baru terinput 1.375 anggota dari jumlah maksimal 3.500 orang.

Dari Januari hingga Juni lalu hanya bertambah 182 anggota saja.

Sedangkan jumlah kunjungan selama semester pertama 2025 ini hanya 1.237 orang.

‘’Jumlah tersebut masih belum sesuai dengan harapan kami,’’ ujar Kepala Bidang Perpustakaan Dispersip Tuban Masykuri mengakui belum maksimalnya proses digitalisasi yang dilakukan instansinya.

Disampaikan dia, kurangnya antusiasme masyarakat terhadap aplikasi Tulib tersebut tidak terlepas dari minimnya minat literasi masyarakat Tuban.

‘’Dan hal demikian ini (minimnya minat baca masyarakat, Red) tidak hanya terjadi di Tuban, tapi juga di skala nasional,’’ katanya.

Selain itu, lanjut Masykuri, ketidaktahuan masyarakat terkait adanya aplikasi ini juga diperkirakan menjadi salah satu faktor sedikitnya jumlah anggota aplikasi Tulib, meski pihaknya mengaku sering menyosialisasikan cara kerja aplikasi baca ini.

‘’Bahkan, kami sudah bekerja sama dengan penerbit ternama dan menyajikan berbagai bacaan yang berkualitas. Apalagi, Tulib ini eksklusif hanya bisa diakses oleh orang Tuban saja,” imbuhnya.

Selain itu semua, masifnya konten media sosial juga turut serta menjadi tantangan dalam membangun budaya baca.

‘’Padahal, Tulib ini bisa menjadi solusi praktis dan efisien untuk masyarakat yang ingin mengakses berbagai koleksi buku di perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan,” tandasnya. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #aplikasi #dispersip #TULIB