RADARTUBAN – Kelangkaan pemilik darah dengan rhesus (Rh) negatif menjadi kendala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Tuban dalam memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien dengan rhesus langka tersebut.
Humas UDD PMI Tuban Sarju Efendi mengungkapkan, pemilik rhesus negatif di Bumi Ronggolawe ini hanya ada segelintir orang.
Tercatat hanya ada 3-4 orang dengan rhesus ini yang pernah melakukan kegiatan donor darah.
"Kelangkaan darah dengan rhesus negatif ini bukan hanya di Tuban, tapi juga skala nasional. Rata- rata yang donor memiliki rhesus positif,’’ tuturnya kepada wartawan koran ini saat ditemui di kantornya kemarin.
Sarju melanjutkan, jika ditemukan orang yang membutuhkan transfusi darah dengan rhesus negatif, maka pihaknya akan menyarankan rumah sakit maupun keluarga untuk melakukan rujukan ke Surabaya.
Sebab, di Kota Pahlawan sudah ada komunitas pemilik darah dengan rhesus negatif.
Rujukan tersebut dilakukan agar mempermudah pasien untuk mendapatkan kebutuhan darah rhesus negatif.
Salah satu faktor kelangkaan Rh negatif ini dikarenakan genetik dari orang tua.
Bahkan, jika hanya salah satu orang tua yang memiliki Rh negatif, tidak lantas anak-anak mereka memiliki rhesus yang sama.
Orang dengan rhesus negatif hanya akan memiliki Rh tersebut jika menerima gen Rh negatif dari kedua orang tuanya.
"Stok darah rhesus negatif saat ini memang kosong dan jika ada pendonor dengan Rh tersebut tidak langsung kami ambil,” katanya.
Dan jika tidak ada yang membutuhkan darah Rh negatif, maka darah tersebut tidak dapat ditransfusikan untuk orang yang memiliki Rh positif dan terpaksa harus dibuang.
Sehingga, pemilik darah Rh negatif dapat melakukan donor jika memang ada yang memerlukan.
"Kalau ada orang dengan Rh negatif melakukan donor sedangkan tidak ada permintaan Rh negatif, maka akan sayang dan terbuang. Terlebih, ada komponen darah yang waktu simpannya hanya sebentar,” pungkasnya. (saf/tok).
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni