RADARTUBAN – Saat sebagian besar cabang olahraga (cabor) andalan Kabupaten Tuban di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 sedikit meredup, cabor angkat berat asal justru bersinar pada ajang olahraga prestisius dua tahunan tersebut.
Meraih total 20 medali, dengan rincian 7 medali emas, 10 perak, dan 3 perunggu menjadi bukti kesuksesan cabor angkat berat pada Porprov Jatim edisi tahun ini.
Tak tanggung-tanggung, dari total 148 poin yang dikemas kontingen Kabupaten Tuban pada klasemen akhir, 51 poin disumbang oleh cabor angkat berat.
Ketua Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Tuban Jasmani menyampaikan, dirinya cukup bersyukur atlet binaannya bisa panen medali pada ajang Porprov IX Jatim 2025.
Dia juga tidak menyangka bahwa medali yang diraihnya meningkat pesat dari ajang Porprov edisi sebelumnya.
"Alhamdulillah, capaian ini justru menjadi tantangan bagi kami untuk bisa mempertahankannya pada ajang kompetisi berikutnya, atau mungkin malah meningkatkannya,’’ ujar dia kepada wartawan koran ini, kemarin (6/7).
Disampaikan Pak Jas—sapaan akrabnya, meski cabor naungannya masih tergolong awam di telinga masyarakat Kabupaten Tuban, melalui prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa cabor angkat berat tidak boleh dianggap sepele, bahkan untuk saat ini menjadi tim terkuat se-Jatim.
"Jujur, kami cukup kesulitan dalam mencari atlet, sebab minat atlet untuk cabor ini (angkat berat, Red) sangatlah sedikit bahkan banyak yang masih belum mengetahui cabor ini, kami harus melakukan penjaringannya secara mandiri ke sekolah-sekolah,’’ ujar dia.
Untuk saat ini total atlet angkat berat yang bergabung dalam binaan Pabersi Tuban sekitar 18 atlet, itu pun sudah mencakup dari jenjang SD, SMP, SMA, dan dewasa.
Bahkan, regenerasi antarjenjang untuk kompetisi akan datang telah disiapkannya.
"Harapan kami, regenerasi antar jenjang atlet tidak terlambat. Agar momentum prestasi yang telah diraih tidak meredup. Atlet berprestasi merupakan aset yang harus dijaga. Semoga ini menjadi atensi pihak terkait (Pemkab Tuban, Red),’’ harap dia. (an/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni