RADARTUBAN – Sosok pengusaha yang tertarik mengelola Persatu dikabarkan tidak cukup berani mengucurkan dana besar untuk mengangkat performa klub berjuluk Laskar Ronggolawe tersebut.
Lantas, apakah masih ada harapan Persatu naik ke Liga 3?
Direktur PT Persatu Putra Tuban Fahmi Fikroni membenarkan kabar tersebut.
Namun, dirinya cukup memaklumi karena biaya yang dibutuhkan untuk mengelola Persatu cukup besar.
Mulai dari gaji pelatih, pemain, hingga official, dan keperluan lainnya. "Semua harus dimatangkan, dan tentu membutuhkan biaya yang sangat besar,’’ ujarnya.
Apalagi, lanjut Roni—sapaan akrabnya, calon pengelola baru ini juga ditarget oleh pemegang saham, sehingga langkahnya tidak akan mudah.
Keinginannya, Persatu bisa lolos dari zona Jawa Timur, syukur-syukur next level ke Liga 3.
"Yang tidak ditarget saja pasti mengeluarkan uang banyak, apalagi ini nanti dengan target,’’ imbuhnya.
Politikus asal Kecamatan Jenu itu menambahkan, meski sudah disadari bahwa mengelola Persatu membutuhkan dana besar, namun para pemegang saham cukup yakin yang bersangkutan siap mengelola tim kebanggaan wong Tuban ini.
"Meski dengan target dan membutuhkan biaya besar, kami yakin tidak masalah, karena yang bersangkutan juga seorang pecinta bola,’’ katanya.
Lebih lanjut, Roni mengkalim, dalam waktu dekat akan segera ada keputusan final dengan calon pengelola Persatu.
"Dari pemegang saham tidak akan mempersulit proses administrasi. Bahkan, kami pastikan nol rupiah, tidak dipungut biaya apa pun,’’ tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah tahun lalu absen dari kompetisi, tahun ini Persatu dipastikan berpartisipasi dalam liga 4. Sebab, jika kembali absen, maka sanksi pembekuan klub siap menanti. (fud/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni