RADARTUBAN – Belum genap dua pekan, pascainsiden kecelakaan yang menewaskan pelajar asal Kabupaten Lamongan di jalan Tuban-Widang pada 27 Juni lalu.
Kemarin (7/7), peristiwa nahas kembali terjadi di jalur tersebut, tepatnya di Desa Compreng, Kecamatan Widang.
Jumari Susanto, 29, pengendara sepeda motor Honda Revo asal Desa Kayen, Kecamatan Widang harus menemui ajalnya di atas lintasan aspal usai menghantam truk Hino yang terparkir di bahu jalan nasional tersebut.
Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban Iptu Eko Sulistiono menyampaikan, mulanya, korban yang mengemudikan motor melaju dari arah utara menuju selatan.
Korban yang berboncengan dengan Zumrotus Setiawan diduga melaju dengan kecepatan tinggi.
Nahas ketika berada di jalur tersebut, korban diduga kurang konsentrasi hingga menabrak truk Hino milik Jandri yang tengah terparkir di luar badan jalan.
‘’Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara, Red), posisi truk terparkir di luar bahu jalan bahkan tidak memakan badan jalan pada lajur kiri searah dengan arah melintas korban,’’ ujar dia.
Sementara itu, korban meninggal dunia di tempat dengan luka berat di area kepala dan wajah. Sedangkan penumpang sepeda motor, Zumrotus Setiawan hanya mengalami luka ringan kemudian dievakuasi petugas menuju RSUD Dr. Koesma Tuban.
Disinggung mengenai maraknya truk yang parkir sembarangan atau tidak pada tempatnya di sepanjang jalan nasional wilayah Tuban.
Eko menegaskan, temuan ini akan menjadi atensi bagi jajarannya untuk lebih memasifkan melakukan penertiban truk yang kerap parkir sembarangan terutama yang memakan badan jalan raya.
‘’Upaya ini juga menjadi salah satu langkah untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan truk yang terparkir,’’ jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan perwira berpangkat balok dua emas itu, rawannya jalur tersebut memakan korban jiwa beberapa pekan terakhir telah menjadi catatan instansinya.
‘’Kami akan melakukan evaluasi terutama titik rawan penyebab kecelakaan lalu lintas,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama