RADARTUBAN-Gunawan Putra Wirawan mendapat kehormatan memimpin sembahyang pada Peringatan Ulang Tahun (Ultah) Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1865 di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban.
Sembahyang yang sekaligus menutup seluruh rangkaian ulang tahun tersebut diagendakan Jumat (18/7) tepat pukul 10.00.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Gunawan mengatakan, pada peringatan ulang tahun kali ini, sembahyang diajukan satu jam.
Pada peringatan tahun-tahun sebelumnya, sembahyang digelar pukul 11.00.
‘’Pertimbangannya karena bertepatan hari Jumat. Biar tidak berbenturan dengan salat Jumat umat muslim,’’ ujar mantan ketua umum TITD Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban itu.
Gunawan memastikan sembahyang memeringati ulang tahun dewa perang yang dikenal adil dan bijaksana itu berlangsung khusyuk dan khidmat.
‘’Sembahyang ini diikuti seluruh umat kelenteng tanpa terkecuali dan tamu,’’ tegasnya.
Tokoh kelenteng bernama keturunan Oei Ging Koen itu menyampaikan, pada sembahyang ulang tahun Kongco, seluruh umat akan berdoa bersama.
Khusus kepada Bangsa Indonesia, kata dia, doa yang dipanjatkan umat agar Tuhan menurunkan keberkahan berupa kemajuan, aman, dan sejahtera.
Doa bersama juga memohon agar seluruh umat kelenteng diberikan kedamaian dan ketentraman, sehingga mereka bisa menjalankan seluruh kegiatan ritual dengan tenang.
‘’Kita juga berharap lahirnya kembali kebersamaan demi bangkitnya Kwan Sing Bio Tuban,’’ ujar putra Lubian Jaya Wirawan, ketua umum kelenteng era 1990-an itu.
Seperti diberitakan, rangkaian ulang tahun dewa utama yang disembah kelenteng yang menghadap Laut Jawa tersebut dimulai Kamis (17/7) pukul 09.00 hingga menjelang tengah malam.
Peringatan hari pertama tersebut menampilkan atraksi barangsay, tari kolosal Legenda Keagungan Sembilan Naga dari Excedio and Dancer Grup, serta penampilan penyanyi guest star,
Mulai minggu depan, diperkirakan ribuan tamu dari berbagai daerah di tanah air mulai mengalir ke kelenteng terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
Sebagian besar di antara mereka bakal menginap di kelenteng hingga puncak ulang tahun.
Kunjungan wisatawan juga diperkirakan meningkat tajam. Mereka berdatangan ke kelenteng di Jalan RE Martadina 1 Tuban tersebut untuk melihat dari dekat potret kecil peradaban negeri Tiongkok.
Di kelenteng, wisatawan tidak hanya melihat aktivitas religi umat Konghucu, Tao, dan Buddha yang sembahyang.
Mereka juga menikmati bangunan kelenteng Kwan Sing Bio dengan daya tarik patung kepiting raksasa di atas pintu gerbang utama.
Daya tarik lain, dinding, atap, tiang, dan gapura yang didominasi warna merah menyala dan kuning.
Relief naga dan bertebarannya lampion tak kalah menariknya.
Di kelenteng, wisatawan juga menikmati relief khas patkwa atau delapan diagram atau simbol yang merupakan dasar sistem kosmogoni dan falsafat Tiongkok kuno.
Selain bangunan yang menjadi potret kecil peradaban Tiongkok di tanah air, sejumlah kesenian khas Negeri Tirai Bambu itu juga ada di sini. Seperti pertunjukan wayang potehi dan atraksi barongsay.(*)
Editor : Dwi Setiyawan