RADARTUBAN – Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tuban Sugeng Widodo tidak akan menolerir oknum pesilat yang membikin rusuh pada malam pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tuban, Selasa (9/7) lalu.
‘’Jika memang terbukti membuat kericuhan, bahkan melakukan pengerusakan yang dilakukan anggota aktif dari salah satu perguruan silat di Tuban, harusnya ada sanksi atau hukuman untuk membuat mereka jera,’’ ujarnya menyikapi ratusan oknum pesilat yang diamankan polisi.
Disampaikan Sugeng, pihaknya mendukung penuh upaya yang dilakukan aparat penegak hukum (APH) dalam mengamankan oknum pembuat onar pada malam pengesahan warga baru perguruan silat PSHT Tuban.
‘’Kami menyerahkan sepenuhnya kepada APH, jika memang yang bersangkutan terbukti melanggar hukum, maka silakan diberikan sanksi tegas,’’ ujar dia.
Kendati telah mendapat penanganan dari pihak berwajib, pria yang juga Kepala SMAN 1 Bancar itu mengatakan, para pimpinan perguruan silat wajib melakukan evaluasi atau memberikan sanksi sesuai tindakan yang telah diperbuat.
Apalagi, jika ada anggota atau oknum pesilat dari salah satu perguruan silat membuat kericuhan, bahkan pengrusakan, atau kekerasan yang berdampak hingga di masyarakat
‘’Jika pelanggaran yang dilakukan cukup berat, memungkinkan juga untuk dikeluarkan dari perguruan silat. Wewenang sepenuhnya ada di pimpinan (perguruan silat, Red),’’ jelas dia.
Lebih lanjut dikatakan Sugeng, dirinya mengimbau kepada seluruh anggota perguruan silat untuk menggunakan ilmu bela diri yang dikuasai sesuai pada tempatnya.
‘’Seni bela diri bukan untuk pamer kekuatan,’’ ungkap warga tingkat II SH Terate tersebut. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama