RADARTUBAN – Pimpinan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Tuban akhirnya buka suara pasca aksi konvoi anarkis di momen pengesahan warga baru, Selasa (8/7) malam.
Itu menyusul adanya dugaan keterlibatan anggota pesilat dari perguruan silat berlogo bungai teratai tersebut.
"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Jika memang ada anggota kami yang terlibat, kami mendukung penuh sanksi atau hukuman yang akan diberikan APH kepada yang bersangkutan,’’ ujar Ketua PSHT Tuban Lamidi.
Dia sangat menyayangkan adanya aksi konvoi anarkis di malam sakral tersebut.
Padahal, sebelumnya telah disepakati bersama tidak ada konvoi atau perayaan ugal-ugalan di jalanan, bahkan sampai menyebabkan gesekan dengan masyarakat.
Kendati telah mendapatkan hukuman dari pihak berwajib, Lamidi juga memastikan bakal memberikan sanksi atau hukuman terhadap anggota PSHT yang melakukan aksi anarkis di malam pengesahan tersebut.
"Kami akan berikan hukuman sesuai peraturan yang dilanggar di perguruan,’’ jelas dia.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa dalam ajaran di perguruannya tidak pernah memberikan instruksi atau pengajaran untuk melakukan konvoi.
"Konvoi bukan ajaran PSHT, ini perlu digaris bawahi. Namun setiap tahunnya selalu ada yang melakukan aksi tersebut,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni