RADARTUBAN – Yang dikhawatirkan itu akhirnya terjadi juga di Kabupaten Tuban.
Baru saja dimulai, program makan bergizi gratis (MGB) di Kecamatan Tambakboyo langsung menjadi isu nasional menyusul ditemukannya belatung di menu MBG yang diterima siswa.
Berdasar penelusuran yang dilakukan Jawa Pos Radar Tuban, lauk MBG berbelatung yang baru viral di media sosial kemarin (15/7), itu terjadi pada hari Senin (14/7), atau hari pertama dimulainya program MBG di Kecamatan Tambakboyo.
Video pendek yang menampakkan belatung hidup di antara lauk daging ayam itu direkam oleh salah satu siswa SMKN Tambakboyo.
Dari rekaman tersebut, terdengar ekspresi menyindir pemerintah: “Iki lho makanan bergizi (ada belatungnya, Red).”
Rekaman video berdurasi pendek itu terlihat sangat menjijikan. Membuat nafsu makan hilang seketika.
Bagaimana tidak, melihat bentuk belatung saja rasanya menjijikan, apalagi di menu makanan.
‘’Ini benar-benar menjijikan. Ini bukan makanan manusia,’’ kata Kasan salah seorang yang baru saja menonton video tersebut.
Saking viralnya video tersebut, dari warung ke warung membincangkan menu MBG berbelatung tersebut.
‘’Program MBG ini benar-benar membuat orang tua cemas. Untungnya tidak ada yang keracunan. Dan jangan sampai anak kita keracunan hanya gara-gara makan makanan menu MBG,’’ kata Nining, orang tua siswa yang semakin khawatir dengan program andalan Presiden Prabowo tersebut.
Diketahui, menu MBG berbelatung itu berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Putra Jaya Kitchen.
Alamatnya, di Jalan Raya Semarang Nomor 24, tepatnya di Dusun Ketapang, Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo.
Ketika wartawan koran ini berupaya melakukan konfirmasi kepada penyedia MBG di lokasi tersebut, justru malah mendapat perlakuan tidak mengenakan dari pihak petugas keamanan setempat.
Awak media yang datang seakan memasuki wilayah terlarang, sehingga harus diusir.
Petugas keamanan dengan name tag bertuliskan Fakhri MA itu membentangkan tangannya di jalan pintu masuk menuju lokasi SPPG sambil melarang media mendekati wilayah dapur penyedia MGB tersebut.
‘’Hari ini (kemarin), belum bisa menemui media,’’ ujar dia dengan nada mengusir.
Bahkan, awak media juga dihalang-halangi saat akan memotret lokasi tersebut.
Jelas, perlakuan mengintimidasi ini mengindikasikan adanya sesuatu yang ditutup-tutupi pihak SPPG Putra Jaya Kitchen. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama