RADARTUBAN - Sementara itu, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban seakan tidak percaya dengan kabar ditemukannya menu MBG berbelatung di SMKN Tambakboyo.
‘’Secara logika saja tidak mungkin hanya hitungan jam masakan sudah busuk dan berbelatung, karena daging itu baru keluar belatung kalau sudah berhari-hari dan membusuk,’’ ujar Kepala Dinkes P2KB Tuban Esti Surahmi kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (15/7).
Apalagi, tegas Esti, menu MBG yang dikelola SPPG Putra Jaya Kitchen itu baru dimasak dini dan didistribusikan kepada siswa pukul 10.00.
Artinya, sejak dimasak hingga diterima siswa belum ada sehari.
‘’Kalaupun dagingnya busuk, lalu dimasak dan ada ulatnya, ketika dimasakan pasti akan ikut termasak juga (ulatnya mati, Red). Makanya, ini harus dilihat secara menyeluruh dulu,’’ ujarnya masih tidak percaya dengan temuan menu MBG berbelatung tersebut.
Namun, apakah ada sabotase dalam kasus ini, Esti enggan untuk menduga-duga.
Dirinya hanya menyebut bahwa tidak mungkin jika makanan busuk, karena di SPPG itu bukan hanya tim masak saja, tapi juga ada ahli gizi yang terlibat langsung untuk melihat bahan makanan sampai dimasak, serta diukur sesuai kebutuhan penerima.
‘’Tentu ada proses pemilihan bahan-bahan yang akan disajikan,’’ tandasnya semakin tidak percaya dengan temuan menu MBG berbelatung tersebut. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama