RADARTUBAN – Terhitung sejak 1 Juni lalu, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Tuban melakukan pemberhentian sementara peminjaman buku dan layanan baca di tempat.
Itu dilakukan menyusul kegiatan stock opname atau cacah ulang koleksi buku untuk memastikan kesesuaian antara data dengan koleksi yang ada.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban Masykuri menuturkan, kegiatan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap koleksi buku yang dimiliki perpusda ini dilakukan mengidentifikasi buku-buku yang hilang atau rusak.
Serta upaya memutakhirkan data koleksi perpustakaan.
‘’Ada sebanyak 60.520 koleksi buku yang kami lakukan pendataan ulang. Kami targetkan akhir Juli ini sudah selesai, termasuk stock opname pada 12 perpustakaan kecamatan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Meski peminjaman dan layanan baca di tempat ditiadakan, namun layanan pengembalian tetap tersedia.
‘’Memang ada yang dipinjam lalu tidak dikembalikan. Yang sepuluh tahun lalu pun ada. Kami sudah menghubungi para peminjam, namun memang tidak mendapat respon, sehingga bukunya masuk dalam kategori hilang. Sedangkan buku yang rusak akan kami diskusikan pada bidang kearsipan bagaimana penanganannya,’’ jelasnya.
Lebih lanjut, Masykuri menyampaikan, jika stock opname pada koleksi perpustakaan ini sifatnya insidentil dan tidak dilaksanakan setiap tahun.
Pun jangka waktu idealnya dilakukan setiap lima hingga sepuluh tahun sekali.
‘’Terakhir kali melakukan stock opname sekitar tahun 2017 lalu,” katanya.
Sebagai opsi, para pembaca masih bisa mengakses layanan perpustakaan digital melalui aplikasi Tulib, titik baca yang tersedia di beberapa area publik di Tuban, dan pojok baca digital yang tersedia di mall pelayanan publik (MPP).
‘’Perkiraan minggu depan untuk layanan di Perpusda sudah mulai bisa diakses kembali. Kemudian dilanjutkan stock opname 59.402 koleksi buku fisik di 12 perpustakaan yang ada di kecamatan,” pungkasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama