RADARTUBAN – Wajar jika publik mencurigai adanya ketidakberesan dalam program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Tambakboyo.
Pasalnya, pelaksanaan program andalan Presiden Prabowo ini sangat ekslusif.
Terlebih, pasca ditemukannya kasus menu MBG berbelatung pada hari pertama, Senin (14/7) lalu.
Awak media yang melakukan kerja peliputan selalu dihalangi, bahkan diusir.
Kemarin (16/7) misalnya, untuk kedua kalinya, wartawan koran ini kembali diusir halus saat mencoba konfirmasi ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Putra Jaya Kitchen di Jalan Raya Semarang Nomor 24, Dusun Ketapang, Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo.
‘’Mohon maaf, saya hanya menjalankan instruksi dari pimpinan, bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk (area dapur MBG, Red), termasuk awak media,’’ ujar petugas keamanan dengan nada mengusir.
Pun saat Jawa Pos Radar Tuban hendak meninjau pelaksanaan MBG di sejumlah sekolah penerima, juga mendapat penolakan dari pihak sekolah.
Di SMKN dan SMAN Tambakboyo, misalnya, kedua sekolah tersebut kompak tidak memperkenankan wartawan koran ini untuk melihat kegiatan MBG di sekolah.
‘’Mungkin besok saja (melihatnya, Red) sewaktu ada bapak Kepsek,’’ kata Huda, Waka Humas SMKN Tambakboyo.
Hal yang sama juga diutarakan pihak SMAN 1 Tambakboyo. Ketika wartawan media cetak ini hendak melihat aktivitas siswa menikmati menu MBG, pihak sekolah menyebut kegiatan pembagian MBG sudah selesai.
Padahal, siswa masih tampak lalu lalang menenteng kotak MBG. Bahkan, beberapa kotak masih tampak belum diambil siswa.
‘’Kotak makan yang masih sisa banyak itu karena ada banyak siswa yang tidak masuk hari ini, (kemarin, Red),’’ ujar Mu’id, salah satu guru SMAN Tambakboyo di lobi sekolah setempat sembari menahan wartawan koran ini masuk ke ruang kelas—tempat pembagian MBG. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama