RADARTUBAN - Kepada wartawan koran ini, salah satu siswa SMKN Tambakboyo yang namanya minta diinisialkan mengaku, sejak adanya temuan belatung di menu MBG pada hari pertama pendistribusian, Senin (14/7) lalu, dia enggan menyentuh food tray atau kotak MBG yang terbuat dari stainless tersebut, apalagi untuk memakannya.
‘’Saya tidak makan, teman-teman lain bahkan langsung membuangnya,’’ kata siswa berinisial AR itu.
Lebih lanjut dia mengatakan, sejak ditemukannya belatung di lauk MBG tersebut, dirinya benar-benar trauma.
Ketika melihat menu MBG, dalam pikirannya langsung teringat dengan belatung.
‘’Menjijikan,’’ tandasnya. Istilah orang Jawa mbunek-mbunek (perut langsung mual saat teringat sesuati yang menjijikan).
Respons yang sama juga diutarakan MM, salah satu siswa SMAN Tambakboyo.
Kepada wartawan koran ini, dia mengaku was-was ketika hendak menyantap menu MBG pasca adanya temuan belatung beberapa hari lalu.
‘’Kalau kemarin (Selasa, 15 Juli, Red) sempat mual tidak nafsu makan, kalau hari ini lebih mendingan tapi masih sedikit was-was,’’ keluhnya.
Rasa traumatis dua siswa tersebut hanya bagian dari gunung es yang tidak diungkapkan siswa lain pasca insden temuan belatung dalam menu MBG. Persis seperti yang disampaikan Camat Tambakboyo Ari Wibowo Waspodo usai melakukan peninjauan di sekolah penerima MBG.
‘’(Keluhan siswa, Red) paling banyak disampaikan kepada orang tuanya langsung. Jadi, banyak orang tua yang mengeluh ketakutan dengan menu yang disajikan untuk anak-anaknya,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama