Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Siswa Perekam Video Belatung di MBG Tambakboyo Dipanggil Guru BK, Begini Penjelasan Kepala Sekolah

Andreyan (An) • Sabtu, 19 Juli 2025 | 00:22 WIB

 

Video viral MBG berbelatung di Tuban picu klarifikasi dari sekolah dan aparat, pihak penyedia makanan belum beri penjelasan resmi.
Video viral MBG berbelatung di Tuban picu klarifikasi dari sekolah dan aparat, pihak penyedia makanan belum beri penjelasan resmi.

RADARTUBAN - Pasca viralnya video menu MBG berbelatung di SMKN Tambakboyo, Kabupate Tuban sepertinya tidak akan ada lagi siswa yang berani merekam kegiatan MBG di sekolah.

Pasalnya, setelah video tersebut viral, siswa yang merekam dan membagikan video tersebut langsung dipanggil ke ruang BK (bimbingan konseling).

Praktis, yang bersangkutan tidak hanya mengalami trauma makan, tapi juga takut untuk melakukan aksi serupa di kemudian hari.

Meskipun toh jika nanti kembali ditemukan menu MBG berbelatung atau basi, sepertinya tidak ada siswa yang berani merekam. Takut dipanggil guru BK.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Tuban di kediamannya, Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, kemarin (17/7), ARV, siswa kelas 11 yang ikut dipanggil guru BK mengungkapkan, setelah turut membuat gempar media sosial pada hari pertama mulainya program MBG di Kecamatan Tambakboyo, keesokan harinya langsung dipanggil guru BK SMKN Tambakboyo.

Disampaikan pelajar 17 tahun itu, dia bersama ketiga temannya yang berperan sebagai perekam, penyebar, dan pemeran video temuan belatung dalam kotak menu MBG, itu dipanggil untuk melakukan klarifikasi.

‘’Kami berempat dimintai untuk klarifikasi awal mula (kronologi, Red) hingga video tersebut viral. Saya katakan bahwa video itu spontanitas saja karena melihat adanya sejenis belatung yang loncat-loncat dalam makanan yang kami makan,’’ bebernya.

Lebih lanjut dikatakan ARV, dalam video tersebut dirinya tampak tertawa paling keras, dia menyebut jika dirinya mengeluarkan respon tersebut lantaran mendapatkan candaan dari teman-temannya setelah makanan dalam kotaknya habis, tapi baru ada belatung di kotak MBG temannya.

Pelajar kelas 11 itu menjelaskan, belatung tersebut ditemukan di kotak menu MBG milik temannya, yakni kelas 12 yang baru saja dibuka dan hendak dimakan.

‘’Makanan saya pada waktu itu sudah habis, tapi memang pada hari pertama itu rasa ayam kecapnya sedikit menimbulkan bau tidak enak,’’ beber dia.

Untungnya, setelah makan daging yang sedikit bau tersebut, ARV tidak sampai sakit perut.

‘’Alhamdulillah saya baik-baik saja, teman-teman juga tidak ada mengeluh sakit perut,’’ ujar dia.

Disinggung mengenai hukuman apa yang diterimanya selepas membuat gempar media sosial, ARV mengatakan jika hanya mendapatkan nasihat serta pendampingan dari pihak sekolah.

Dia juga menepis kabar yang menyebut dirinya mendapat skorsing dari pihak sekolah lantaran video tersebut.

‘’Kebetulan saya kelas 11 dan memang hari ini (kemarin, Red) libur karena jadwal MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah, Red) yang masuk kelas 12 dan 10,’’ jelas dia.

Terpisah, Kepala SMK Tambakboyo Agus Siswanto juga membantah kabar skorsing yang diterima siswanya tersebut.

Dia mengatakan, dalam pelaksanaan MPLS memang memberlakukan sistem rolling atau bergantian masuk sekolah antara kelas 11 dan 12.

Alasan memberlakukan sistem rolling itu untuk efektifitas dalam pemberian materi latihan baris-berbaris (LBB) bagi seluruh siswa.

‘’Pemateri dari militer hanya dua, dan juga keterbatasan area lapangan di sekolah. Jadi kelas 11 dan 12 masuknya bergantian dua hari sekalian,’’ bebernya.

Lebih lanjut dikatakan Agus, tidak hadirnya ARV dalam kegiatan MPLS di sekolah kemarin (17/7) tidak ada sangkut pautnya dengan adanya video temuan belatung di kotak MBG yang diviralkan ARV dan teman-temannya.

‘’Memang (kemarin, Red) jadwal kelas 11 untuk belajar di rumah, kebetulan yang bersangkutan duduk di kelas 11,’’ terang dia.

Mantan Kepala SMK Palang itu juga menegaskan tidak ada hukuman ataupun skorsing terhadap ARV beserta teman-temannya yang sebelumnya dipanggil di ruang BK.

‘’Saya pastikan tidak ada skorsing, selepas peristiwa itu (viralnya video temuan belatung di kotak MBG, Red) kami hanya memberikan bimbingan dan pendampingan saja kepada siswa yang bersangkutan,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #video #belatung #smkn tambakboyo #bimbingan konseling #Mbg #viral