RADARTUBAN - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban Abdul Rakhmat menjelaskan bahwa tahun anggaran 2025 ini tidak banyak proyek pembangunan yang menyasar perpustakaan.
Di level sekolah, misalnya. Dari seribu lebih sekolah jenjang TK, SD, dan SMP, pembangunan perpustakaan baru hanya menyasar dua sekolah, yakni SDN Karang dan SDN Jadi IV, Kecamatan Semanding.
Lalu, bagaimana dengan pembangunan perpustakaan umum?
Rakhmat mengatakan, tahun ini memang belum ada rencana pembangunan perpustakaan baru, khususnya di tingkat kecamatan.
Satu-satunya rencana, adalah renovasi perpustakaan umum di Kecamatan Palang.
Itu menyusul kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan.
‘’Rencananya, tahun (Perpustakaan Umum Kecamatan Palang, Red) ini akan direnovasi,’’ ujar pejabat definitif Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban itu.
Hanya saja, berdasar pantauan Jawa Pos Radar Tuban di laman sistem pengadaan elektronik (SPSE) Pemkab Tuban, tender proyek revitalisasi Perpustakaan Umum Kecamatan Palang itu belum ter-upload.
Sehingga, ada kemungkinan tidak dilaksanakan di APBD murni, tapi di APBD perubahan 2025 nanti.
Setidaknya, hal ini menandaskan bahwa pembangunan perpustakaan belum masuk prioritas pembangunan yang harus disegerakan.
‘’Baru akan dilelang,’’ katanya.
Lebih lanjut, Rakhmat mengatakan, pagu anggaran revitalisasi Perpustakaan Umum Kecamatan Palang ini direncanakan sebesar Rp 342 juta.
‘’Tidak membangun ulang, tapi hanya direhab,’’ tandasnya.
Sebagaimana data yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, jumlah pengunjung di Perpustakaan Umum Kecamatan palang ini cukup banyak.
Hampir saban hari ada kunjungan dari siswa dari jenjang TK dan SD. Adapun koleksi bukunya sebanyak 4.741 eksemplar, 3.571 judul. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama