Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bupati Tuban Mas Lindra Sebut Koperasi Desa Merah Putih Sebagai Solusi Menyelesaikan Permasalahan Rakyat hingga Rumah Tangga

Ahmad Atho’illah • Rabu, 23 Juli 2025 | 01:28 WIB
Titik peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara daring yang juga dilaksanakan di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, diikuti semua desa dari kecamatan setempat.
Titik peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara daring yang juga dilaksanakan di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, diikuti semua desa dari kecamatan setempat.

RADARTUBAN - Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky atau Mas Lindra menyampaikan terima kasih atas ditunjuknya Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban sebagai titik launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tingkat Provinsi Jawa Timur.

‘’Semoga ini (ditunjuknya Kabupaten Tuban sebagai lokasi launching tingkat provinsi, Red) menjadi legasi bersejarah dan membawa kemajuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Tuban,’’ tutur Mas Lindra—sapaan akrab bupati.

Di Tuban, terang Mas Lindra, Koperasi Merah Putih sudah terbentuk di semua desa dan kelurahan.

’Alhamdulillah, Kabupaten Tuban telah mencapai target pembentukan Koperasi Merah Putih 100 persen di 328 desa/kelurahan,’’ tutur sekaligus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras untuk mencapai target tersebut.

Bupati termuda sepanjang sejarah pemerintahan Kabupaten Tuban itu meyakini, keberadaan Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan ini akan mampu menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dari kebutuhan bahan pokok, elpiji, pupuk subsidi, hingga obat, nanti akan semakin mudah dipenuhi dengan hadirnya Koperasi Merah Putih, karena proses perizinan yang semakin mudah.

‘’Sebagaimana tujuan koperasi, hadirnya Koperasi Merah Putih ini untuk menyelesaikan persoalan masyarakat di tingkat paling dasar, seperti rumah tangga. Sebagaimana yang ditekankan Bapak Presiden, Koperasi Merah Putih harus menghadirkan produk kebutuhan masyarakat yang berkualitas dan terjangkau,’’ tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tuban dalam mewujudkan Koperasi Merah Putih di semua desa/kelurahan se-Kabupaten Tuban.

Apalagi, sebagian koperasi yang terbentuk juga sudah menjalankan kegiatan usaha.

‘’Jumlah Koperasi Merah Putih di Jawa Timur tidak hanya terbanyak di antara provinsi lain di Indonesia, tapi juga tercepat dalam pembentukkannya. Dari 103 koperasi secara nasional yang sudah siap beroperasi, 23 di antaranya di jatim, termasuk di Tuban. Dan bukan hanya siap, tapi sudah jalan,’’ katanya dengan bangga.

Disampaikan Khofifah, Koperasi Merah Putih adalah solusi untuk memutus rantai pasok yang selama ini menyebabkan harga-harga seperti bahan pokok menjadi mahal.

‘’Karena jaringan mata rantai yang panjang, itulah yang menjadikan harga-harga kebutuhan masyarakat seperti beras, minyak gula, beras, dan elpiji menjadi mahal,’’ katanya.

 Dengan adanya Koperasi Merah Putih, terang Khofifah, maka rantai pasok akan berkurang.

Bupati Aditya Halindra Faridzky menyampaikan sambutan diacara peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, kemarin.
Bupati Aditya Halindra Faridzky menyampaikan sambutan diacara peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, kemarin.

‘’Bulog bisa mengirim beras langsung ke koperasi, Pertamina bisa mengirim elpiji langsung ke koperasi, dan pupuk subsidi juga bisa langsung dikirim ke koperasi. Sehingga harga bisa ditekan,’’ katanya.

Namun demikian, terang Khofifah, setiap koperasi harus memilih skala prioritas usaha. Artinya, barang yang dijual harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan pengurus dalam mengelola.

‘’Bukan sebanyak banyaknya menyiapkan gerai, tapi apa yang bisa dimaksimalkan terlebih dulu. Khususnya, yang berkaitan untuk memutus rantai pasok, seperti kebutuhan bahan pokok,’’ ujarnya. Dan tidak kalah penting, adalah mengoptimalkan administrasi keuangan. ‘’Laporan keuangan harus dipenuhu dan selesaikan. Intinya, manajemen keunagan harus benar-benar dimaksimalkan,’’ tandasnya.

Dan tidak kalah penting lagi, terang gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu, adalah pendampingan pengurus koperasi.

‘’Jadi tidak sekadar diluncurkan, tapi ada pendampingan yang dilakukan secara maksimal agar kegiatan operasional koperasi bisa mengikuti SOP masing-masing mitra, seperti Bulog, Pertamina, dan Kantor Pos juga harus turut melakukan pendampingan, sehingga SOP-nya sama,’’ pesannya. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#perizinan #Bupati Tuban #Mas Lindra #Koperasi Desa Merah Putih #Aditya Halindra Faridzky #solusi #pupuk subsidi