RADARTUBAN - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Tuban memastikan bahwa laporan kasus pengurangan saldo tabungan secara misterius yang sempat viral beberapa waktu lalu, ternyata dilakukan oleh pihak keluarga nasabah sendiri.
Berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan tim internal, ditemukan fakta bahwa penarikan dana dilakukan oleh anak kandung nasabah tanpa sepengetahuan orang tua.
“BRI telah melakukan investigasi secara menyeluruh dan diketahui pengambilan dana dilakukan oleh anak kandung nasabah,” ujar Mohammad Arief Prabowo, Branch Office Manager BRI Tuban, Senin (21/7).
Arief memastikan tidak ada uang nasabah BRI Tuban yang hilang misterius karena keamanan sistem sudah dilakukan sesuai dengan aturan perbankan.
“Kami ingin menegaskan bahwa sistem BRI aman. Kami terus berkomitmen menjaga keamanan dana dan data nasabah dengan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance),” tegasnya.
Dia juga menekankan pentingnya kesadaran nasabah dalam menjaga kerahasiaan data dan akses rekening mereka.
“Kami mengimbau agar seluruh nasabah selalu menjaga keamanan PIN, kartu ATM, dan aplikasi BRImo. Pastikan akses keuangan tidak disalahgunakan oleh pihak mana pun, termasuk anggota keluarga sendiri. Jangan memberikan informasi rahasia kepada siapapun, bahkan orang terdekat sekalipun,” tambah Arief.
Laporan hilangnya uang nasabah ini sempat menghebohkan publik setelah beredar pemberitaan tentang seorang nasabah BRI Tuban yang melaporkan saldo tabungannya berkurang tanpa adanya transaksi yang diakui.
Ketika berita ini mencuat, pihak BRI Tuban langsung melakukan investigasi mendalam.
Dari hasil penyelidikan memastikan bahwa tidak ada indikasi kebocoran sistem atau tindakan kriminal perbankan dari pihak luar.
Hilangnya uang Rp 400 ribu dari nasabah itu dikarenakan transaksi yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, yang tidak diketahui sang ibu, selaku pemilik rekening.
Sebagai kilas balik, laporan kehilangan uang ini dialami Purwati, warga Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Dia sempat mengaku kebingungan ketika mendapati saldo tabungannya berkurang secara bertahap.
Pada akhir Mei 2025, Purwati mendapati ada penarikan sebesar Rp 300 ribu, disusul pengurangan saldo Rp 100 ribu pada akhir Juni 2025.
“Nilainya sedikit, bulan lalu hilang Rp 300 ribu. Kemudian minggu lalu hilang lagi Rp100 ribu. Anak saya, ketika saya tanya juga tidak merasa ambil,” kata Purwati.
Dengan hasil investigasi terbaru ini, BRI Tuban kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyalahgunaan akses finansial, termasuk yang dilakukan oleh orang terdekat.
Nasabah diminta selalu memantau transaksi rekening secara berkala dan segera melapor jika ada aktivitas mencurigakan.
Pihak BRI juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan customer service resmi apabila menemukan masalah serupa, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas sumbernya.
“Kami selalu berupaya memberikan edukasi dan perlindungan maksimal bagi seluruh nasabah,” tutup Arief. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama