RADARTUBAN – Sekolah rakyat (SR) di Tuban yang saat ini menempati gedung balai latihan kerja (BLK) hanya sementara.
Ke depannya, akan ada bangunan khusus SR. Karena itu, Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur terus mendorong Pemkab Tuban untuk segera memulai proses pembangunan gedung SR.
Diharapkan, tahun ajaran 2026-2027 mendatang, SR Tuban sudah memiliki gedung sendiri.
‘’Mudah-mudahan Pemkab Tuban sudah mulai menyiapkan lahan untuk transferisasi pelaksanaan SR dari gedung BLK menuju gedung baru, agar pelaksanaannya bisa lebih optimal,’’ kata Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani, yang Senin (21/7) berkunjung di Tuban.
Gayung bersambut, pernyataan tersebut langsung direspon Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.
Mas Lindra—sapaan bupati—menyampaikan, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program strategis nasional tersebut, pihaknya telah menyiapkan lahan sekitar 7 hektar di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban.
Di tempat inilah gedung permanen SR akan dibangun.
‘’Lahan sudah siap, bahkan sebelumnya telah ditinjau dan mendapat persetujuan dari Dinsos Jatim dan Kementerian terkait. Insya Allah pembangunanya segera dilakukan,’’ beber dia.
Hanya saja, di mana titik lokasi yang dimaksud, bupati muda itu tidak menyampaikan.
Lebih lanjut dikatakan Mas Lindra, sesuai dengan ketentuan standar operasional (SOP) dari pemerintah pusat, pembangunan gedung SR akan disesuaikan dengan petunjuk dari pemerintah pusat.
Karena itu, proses pembangunannya akan dilakukan pengawalan secara ketat. Terutama dalam memastikan kenyamanan siswa di sekolah berkonsep asrama tersebut.
‘’Kami akan memastikan pelaksanaannya harus sesuai SOP,’’ tandasnya.
Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, gedung SR akan dibangun di atas lahan eks lokasi Pasar Besar Tuban di Jalan Letda Sucipto. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama