Koperasi Merah Putih Pucangan Tuban Ditutup Setelah Berkonflik dengan Ponpes Sunan Drajat
Yudha Satria Aditama• Kamis, 24 Juli 2025 | 00:41 WIB
Tangkapan layar penarikan produk dukungan dari PT PPSD di Koperasi Desa Merah Putih Pucangan Tuban, termasuk papan nama yang ada foto Prabowo Subianto.
RADARTUBAN – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, mendadak ditutup sehari setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
Itu menyusul kekecewaan mitra kerjanya, PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) atas ucapan dari kepala desa setempat.
PT PPSD membongkar gerai, menarik seluruh barang dagangan, hingga melepas papan nama yang memuat foto Presiden.
Direktur PT PPSD Anas Al Khifni menjelaskan, pihaknya memutus kerja sama karena kontribusi besar Ponpes Sunan Drajat dalam pendirian koperasi tidak diakui saat peresmian.
“Sejak awal kami mendampingi hingga KDMP berdiri dan menjadi pilot project. Tapi, dalam acara peresmian justru disebut didukung BUMN dan PT Pupuk Indonesia, padahal tidak ada,” ungkapnya, Rabu (23/7).
PT PPSD resmi menarik diri melalui surat pemutusan kontrak yang sebelumnya disepakati sejak tertanggal 31 Januari 2024.
Anas menyebut sudah ada klarifikasi dari kepala desa dan pengurus KDMP yang berdalih lupa menyebut peran Ponpes karena gugup saat berbicara dengan Presiden.
“Mereka bicara ke kami (alasan tidak menyebut karena) gugup, sehingga tidak menyebutkan support kami, tapi anehnya malah menyebut BUMN,” tambahnya.
Meski menarik dukungan terhadap Koperasi Merah Putih di Pucangan Montong, PT PPSD memastikan tetap mendukung program yang digagas Presiden Prabowo di lokasi lain.
Dukungan serupa disebut telah diberikan pada koperasi di Gresik, Palang, Rengel (Tuban), dan Baureno (Bojonegoro).
Sementara itu, Kepala Desa Pucangan sekaligus Ketua Pengawas KDMP, Santiko, telah menyampaikan permohonan maaf.
Dia mengakui kekeliruan tersebut terjadi secara spontan karena grogi.
“Yang benar, koperasi ini berdiri berkat dukungan penuh dari PPSD, bukan lembaga lain. Kami berharap Ponpes Sunan Drajat tetap berkenan menjalin kerja sama,” ujarnya.
Pasca-penarikan barang, hanya tersisa beberapa komoditas seperti beras, minyak, dan rokok di koperasi tersebut.
Santiko menegaskan komunikasi dengan Ponpes Sunan Drajat masih berlangsung untuk mencari jalan tengah.
“Jika tidak memungkinkan, kami akan pertimbangkan langkah lain,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Tuban, Agus Wijaya, menyebut dinamika ini sebagai bagian dari pendewasaan koperasi.
“Kami berharap tidak ada lagi miskomunikasi agar operasional KDMP berjalan optimal dan memberi manfaat bagi warga,” ucapnya. (*)