Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

KDMP Pucangan Tetap Berharap Kerja Sama dengan PT PPSD , Tak Ingin Lumpuh setelah Mitra Tarik Kerja Sama

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 25 Juli 2025 | 22:59 WIB
Kondisi bangunan KDMP Pucangan yang tampak lengang setelah mitra dari PT PPSD tarik jangkar.
Kondisi bangunan KDMP Pucangan yang tampak lengang setelah mitra dari PT PPSD tarik jangkar.

RADARTUBAN – PT Perekonomian Ponpes Sunan Drajat (PPSD) seakan menjadi “pemegang saham” mayoritas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pucangan, Kecamatan Montong.

Pasalnya, setelah seluruh barang milik unit usaha Ponpes Sunan Drajat ditarik menyusul insiden salah ucap yang dilakukan Kepala Desa Pucangan di hadapan Presiden Prabowo Subianto, kini koperasi desa yang menjadi titik lokasi peresmian KDMP tingkat Provinsi Jawa Timur itu sedang “lumpuh”.

Padahal, sudah memiliki aset Rp 600 juta per bulan dan 550 anggota.

Karena itu, kepala desa setempat dan pengurus KDMP Pucangan berusaha keras membujuk PT PPSD agar berjiwa besar memaafkan kekhilafan salah ucap kepala desa, dan kembali bekerja sama dengan KDMP Pucangan.

Kabarnya, Rabu (23/7) lalu, Ketua Pengawas KDMP Pucangan bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban sowan ke Pondok Pesantren Sunan Drajat untuk bertemu langsung dengan Direktur Utama PT PPSD Anas Al Khifni atau yang karib disapa Gus Anas itu.

Namun, seperti apa hasil pertemuan itu, semua pihak memilih untuk tidak menyampaikan ke publik, termasuk media.

Ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Desa Pucangan Santiko enggan untuk ngomong.

Pesan yang dikirim ke nomor pribadinya juga tidak direspon.

Hanya saja, sehari sebelumnya, dia sudah menyampaikan keinginannya untuk kembali bekerja sama dengan PT PPSD.

‘’Saat ini kami sedang komunikasi dengan PPSD,’’ ujarnya Rabu (23/7) lalu.

Saat itu, Santiko berharap bisa menjalin komunikasi dengan PPSD dan kembali membangun kerja sama yang baik, yang saling menguntungkan.

Untuk sementara ini, kondisi KDMP Pucangan cukup memprihatinkan. Rak-rak di dalam gerai yang sebelumnya penuh sesak dengan berbagai jenis sembako dan jajanan itu masih terlihat kosong. Hanya menyisakan sebagian produk besar saja.

‘’(Kalau kerja sama berhasil dibangun kembali, Red) semua gerai nanti akan diisi lagi oleh pihak dari Sunan Drajat,’’ bebernya.

Santiko menjelaskan, untuk lahan dan bangunan KDMP memang aset milik desa. Semula, bangunan KDMP ini merupakan minimarket Toserba, unit usaha Ponpes Sunan Drajat yang dikerjasamakan.

Selanjutnya, setelah ada program koperasi desa, gerai tersebut dijadikan Koperasi Desa Merah Putih dan melanjutkan gerai yang sudah ada. (fud/tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #pucangan #Koperasi Desa Merah Putih #pondok pesantren #diskopumdag